Minggu, 29 Mei 2016

Posted by Unknown 03.53.00 in
Suatu hari Rina terpaksa harus memanggil salah satu muridnya ke rumahnya, untuk ulangan susulan. Si Anto harus mengulang karena ia kedapatan menyontek di kelas. Anto juga terkenal karena kekekaran tubuhnya, maklum dia sudah sejak SD bergulat dengan olah raga beladiri, karenanya ia harus menjaga kebugaran tubuhnya.
 
– Cerita porno ngentot dengan ibu guru cantik –
Bagi Rina, kedatangan Anto ke rumahnya juga merupakan suatu kebetulan. Ia juga diam-diam naksir dengan anak itu. Karenanya ia bermaksud memberi anak itu ‘pelajaran’ tambahan di Minggu siang ini.”Sudah selesai Anto?”, Rina masuk kembali ke ruang tamu setelah meninggalkan Anto selama satu jam untuk mengerjakan soal-soal yang diberikannya.”Hampir bu””Kalau sudah nanti masuk ke ruang tengah ya saya tinggal ke belakang..””Iya..””Bu Rina, Saya sudah selesai”, Anto masuk ke ruang tengah sambil membawapekerjaannya.”Ibu dimana?””Ada di kamar.., Anto sebentar ya”, Rina berusaha membetulkan t-shirtnya. Ia sengaja mencopot BH-nya untuk merangsang muridnya itu. Di balik kaus longgarnya itu bentuk payudaranya terlihat jelas, terlebih lagi puting susunya yang menyembul.
 
Begitu ia keluar, mata Anto nyaris copot karena melotot, melihat tubuh gurunya. Rina membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas, tidak seperti biasanya saat ia tampil di muka murid-muridnya.”Kenapa ayo duduk dulu, Ibu periksa..”Muka Anto merah karena malu, karena Rina tersenyum saat pandangannya terarah ke buah dadanya.”Bagus bagus…, Kamu bisa gitu kok pakai menyontek segala..?””Maaf Bu, hari itu saya lupa untuk belajar..””oo…, begitu to?””Anto kamu mau menolong saya?”, Rina merapatkan duduknya di karpet ke tubuh muridnya.”Apa Ibu?”, tubuh Anto bergetar ketika tangan gurunya itu merangkul dirinya, sementara tangan Rina yang satu mengusap-uasap daerah ‘vital’ nya.”Tolong Ibu ya…, dan janji jangan bocorkan pada siapa–siapa”.”Tapi tapi…, Saya”.”Kenapa?, oo…, kamu masih perawan ya?”.Muka Anto langsung saja merah mendengar perkataan Rina”Iya””Nggak apa-apa”, Ibu bimbing ya.
 
Rina kemudian duduk di pangkuan Anto. Bibir keduanya kemudian saling berpagutan, Rina yang agresif karena haus akan kehangatan dan Anto yang menurut saja ketika tubuh hangat gurunya menekan ke dadanya. Ia bisa merasakan puting susu Rina yang mengeras. Lidah Rina menjelajahi mulut Anto, mencari lidahnya untuk kemudian saling berpagutan bagai ular.
 
Setelah puas, Rina kemudian berdiri di depan muridnya yang masih melongo. Satu demi satu pakaiannya berjatuhan ke lantai. Tubuhnya yang polos seakan akan menantang untuk diberi kehangatan oleh perjaka yang juga muridnya ini.”Lepaskan pakaiannmu Anto”, Rina berkata sambil merebahkan dirinya di karpet. Rambut panjangnya tergerai bagai sutera ditindihi tubuhnya.”Ahh cepat Anto”, Rina mendesah tidak sabar.
 
Anto kemudian berlutut di samping gurunya. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Pengetahuannya tentang seks hanya di dapatnya dari buku dan video saja.”Anto…, letakkan tanganmu di dada Ibu”,Dengan gemetar Anto meletakkan tangannya di dada Rina yang turun naik. Tangannya kemudian dibimbing untuk meremas-remas payudara Rina yang montok itu.”Oohh…, enakk…, begitu caranya…, remas pelan-pelan, rasakan putingnya menegang..” Dengan semangat Anto melakukan apa yang gurunya katakan.”Ibu…, Boleh saya hisap susu Ibu?”.Rina tersenyum mendengar pertanyaan muridnya, yang berkata sambil menunduk, “Boleh…, lakukan apa yang kamu suka”.
 
Tubuh Rina menegang ketika merasakan jilatan dan hisapan mulut pemuda itu di susunya. Perasaan yang ia pernah rasakan 3 tahun lalu saat ia masih bersama suaminya.”Oohh…, jilat terus sayang…, ohh”, Tangan Rina mendekap erat kepala Anto ke payudaranya.
 
Anto semakin buas menjilati puting susu gurunya tersebut, mulutnya tanpa ia sadari menimbulkan bunyi yang nyaring. Hisapan Anto makin keras, bahkan tanpa ia sadari ia gigit-gigit ringan puting gurunya tersebut.”mm…, nakal kamu”, Rina tersenyum merasakan tingkah muridnya itu.”Sekarang coba kamu lihat daerah bawah pusar Ibu”.Anto menurut saja. Duduk diantara kaki Rina yang membuka lebar. Rina kemudian menyandarkan punggungya pada dinding di belakangnya.”Coba kamu rasakan”, ia membimbing telunjuk Anto memasuki vaginanya.”Hangat Bu..”Bisa kamu rasakan ada semacam pentil…?””Iya..””Itu yang dinamakan kelentit, itu adalah titik peka cewek juga. Coba kamu gosok-gosok”Pelan-pelan jari Anto mengusap-usap clitoris yang mulai menyembul itu.”Terus…, oohh…, ya…, gosok…, gosok”, Rina mengerinjal-gerinjal keenakan ketika clitorisnya digosok-gosok oleh Anto.”Kalo diginiin nikmat ya Bu?”, Anto tersenyum sambil terus menggosok-gosok jarinya.”Oohh…, Antoo…, mm”, tubuh Rini telah basah oleh peluh, pikirannya serasa di awang-awang, sementara bibirnya merintih-rintih keenakan.
 
Tangan Anto semakin berani mempermainkan clitoris gurunya yang makin bergelora dirangsang birahi. Nafasnya yang semakin memburu pertanda pertahanan gurunya akan segera jebol.”Ooaahh…, Anntoo”, Tangan Rina mencengkeram pundak muridnya, sementara tubuhnya menegang dan otot-otot kewanitaannya menegang. Matanya terpejam sesaat, menikmati kenikmatan yang telah lama tidak dirasakannya.”Hmm…, kamu lihai Anto…, Sekarang…, coba kamu berbaring”.Anto menurut saja. Penisnya segera menegang ketika merasakan tangan lembut gurunya.”Wah…, wahh.., besar sekali”, tangan Rina segera mengusap-usap penis yang telah mengeras tersebut.
 
Segera saja benda panjang dan berdenyut-denyut itu masuk ke mulut Rina. Ia segera menjilati penis muridnya itu dengan penuh semangat. Kepala penis muridnya itu dihisapnya keras-keras, sehingga Anto merintih keenakan.”Ahh…, enakk…,enakk”, Anto tanpa sadar menyodok-nyodokkan pinggulnya untuk semakin menekan penisnya makin ke dalam kuluman Rina. Gerakannya makin cepat seiring semakin kerasnya hisapan Rina.”oohh Ibu…, Ibbuu”Muncratlah cairan mani Anto di dalam mulut Rina, yang segera menjilati cairan itu hingga tuntas.”Hmm…, manis rasanya Anto”, Rina masih tetap menjilati penis muridnya yang masih tegak.”Sebentar ya aku mau minum dulu”.
 
Ketika Rina sedang membelakangi muridnya sambil menenggak es teh dari kulkas. Tiba-tiba ia merasakan seseorang mendekapnya dari belakang.”Anto…, biar Ibu minum dulu”.”Tidak…, nikmati saja ini”, Anto yang masih tegang berat mendorong Rina ke kulkas.Gelas yang dipegang rina jatuh, untungnya tidak pecah. Tangan Rina kini menopang tubuhnya ke permukaan pintu kulkas.”Ibu…, sekarang!””Ahhkk”, Rina berteriak, saat Anto menyodokkan penisnya dengan keras ke liang vaginanya dari belakang. Dalam hatinya ia sangat menikmati hal ini, pemuda yang tadinya pasif berubah menjadi liar.”Antoo…, enakk…, ohh…, ohh”. Tubuh Rina bagai tanpa tenaga menikmati kenikmatan yang tiada taranya. Tangan Anto satu menyangga tubuhnya, sementara yang lain meremas payudaranya. Dan penisnya yang keras melumat liang vaginanya.”Ibu menikmati ini khan”, bisik Anto di telinganya”Ahh…, hh”, Rina hanya merintih, setiap merasakan sodokan keras dari belakang.”Jawab…, Ibu”, dengan keras Anto mengulangi sodokannya.”Ahh…,iyaa””Anto…, Anto jangann…, di dal.. La” belum sempat ia meneruskan kalimatnya, Rina telah merasakan cairan hangat di liang vaginanya menyemprot keras. Kepalang basah ia kemudian menyodokkan keras pinggulnya.”Uuhgghh”, penis Anto yang berlepotan mani itupun amblas lagi ke dalam liang Rina.”Ahh”.

Senin, 25 April 2016

Posted by Unknown 20.46.00 in
Cerita Sex - Kami baru 1 tahun menikah, tinggal di satu komplek real estate yang di pinggir Jakarta. Kompleksnya tidak terlalu besar, Rumah ku juga tidak terlalu besar yah ukuran 140 dan bangunan 100, karena sudah dikembangkan. Kami memang belum menginginkan anak karena diusia kami yang baru 24 dan istri 22 masih ingin menikmati masa muda. Hubungan kami tidak ada masalah . Istriku adalah yang kupacari sejak dia kelas 3 SMP dan perawannya ku jebol 6 bulan setelah pacaran.
Hubungan kami baik-baik saja dan dalam masalah sex kami sudah saling terbuka, jadi istri tidak malu-malu kalau dia lagi pengin.

Istriku cukup cantik dengan kulit putih dan penampilannya masih seperti gadis ABG. Sejak dia lulus S-1 dia belum pernah bekerja. Awalnya dia ingin juga kerja namun karena tempat tinggal kita jauh dari pusat kota, jadi dia akhirnya malas menempuh kemacetan setiap hari.
Kita hidup di sebelah pasangan, ia memiliki lebih dari kita. Baldi Pak menghancurkan sekitar 35 tahun, istrinya, Ibu Lina tua mungkin sekitar 28 tahun. Ibu Lina pandai memasak. Istri saya akrab dengan Ibu Lina, Ms. Lina karena dia sering belajar memasak.


Menurut pengamatan saya, dikombinasikan dengan ketidaksetaraan tetangga pasangan. Taman Baldi tubuh sangat kurus, tidak tinggi. Meskipun Ibu Lina adalah sosok wanita montok, tetapi tidak termasuk lemak. Kadang-kadang saya berpikir bahwa jika Mr Baldi memukuli istrinya Lina, yang tampaknya karena penampilan positif, berbicara banyak, jika ngesek dan panas juga. Meskipun Mr Batty perawakan pendek, terlihat sedikit bersemangat.
Lain waktu, aku bertanya istri saya apakah Ms Yue Lina memiliki sebuah cerita tentang kehidupan seks mereka. Saya hanya ingin tahu, menulis ketidaksetaraan menggabungkan dilihat. Dalam hati saya benar-benar saya ingin punya suami yang Ms Lina tidak terlihat kuat, tetapi model kaya dia Vina Panduwinata.


"Ayah IH menulis: Tidak, tidak, ketika malu, cerita gituan, mengatakan:" Istri saya.


Meskipun kita mendapatkan pasangan yang lebih tua Mr Batty tidak terlalu terpaut jauh, namun penampilan lebih tua dari dorongan nya saya Matruh pantas untuk memanggil mereka Mr dan Mrs .. Mereka juga m emangil MAS dan SIS kami. Hal ini dimengerti bahwa kami juga melakukan sebagai benih Jawa.


Suatu hari, istri saya masuk ke ruang yang menarik, dia mengatakan dia berharap cerita ini sangat penting. Awalnya, dia mengatakan hasil Ms Lina ngrumpi. Menurut pembicaraan Pak asli mereka ngrumpi Baldi berusia hampir 2 tahun tidak bisa ereksi akibat diabetes. Tidak heran dia terlihat sedikit kesepian dan memudar, saya pikir.
Meskipun pasangan dan keturunan mereka ingin memiliki pernikahan yang baru tiga tahun.


Saya dan istri saya seperti saudara, Ms Lina, setelah mereka kompak, sering berkumpul untuk pergi berbelanja, atau berjalan ke mal.


Saya juga sangat akrab dengan Mr ElBaradei, karena kita adalah hobi yang sama adalah catur. Juga, ketika kita bersama-sama di bawah sinar bulan, tanah, menjual rumah, atau setiap saat. Akibatnya, itu masih oke sedan mewah Gaga.


Istri saya begitu sering berbicara tentang keluarga, kehidupan seks Mr. Baldi ini. Ibu Lina mengatakan bahwa paling senang mendengar bahwa petualangan seksual kita. Istri saya adalah sedikit bodoh, ah, ia senang untuk memberitahu Anda hal-hal yang membuat Ibu Lina rasa ingin tahu dan kegembiraan. Mungkin istri saya sangat senang melihat Ibu Lina penyiksaan tidak bisa boot dorongan sexnya. Kebahagiaan yang aneh. Kita sering dipraktekkan fantasi seksual kita. Bahkan, kita sering hanya telanjang di rumah. Rumah kami pagar tinggi, sehingga tidak bisa dilihat orang luar.


Seseorang bahkan mengatakan kepada istri saya, Ms. Lina. Istri saya mengatakan Ibu Lina kadang-kadang karena sexnya keinginan air mata boot. Istri saya adalah keterlaluan, dan dia mengatakan kepada saya, dan kemudian Ibu Lina mendengar sampai penyebab berat badan, ia akhirnya menangis.
Saya menyarankan istri saya untuk tidak disiksa Ms. Lina jadi kasihan padanya. "Abis Antarmuka selalu dia yang meminta saya untuk memberitahu jenis kelamin masalah, saya diberitahu saya akan harus membuat ibu sulit tahu, tapi masih dipaksa Ms. Lina, ya, jadi saya menulis cerita," kata istri saya naif .


Saya telah diminta Lina, ia mengajar secara lisan, meskipun Mr Batty tidak bisa menembus, tapi masih bisa menjadi istri dan oral. '' Sudah panggang, tapi Baldi kata cepet jubah, sehingga sampai Ibu Lina nyampe, Mr. ElBaradei telah mengatakan Anda tidak bisa nerusi lelah. "Kata istri saya.


Taman Baldi telah mengundurkan diri transaksional dengan istrinya, ia bahkan mengatakan bahwa ia membiarkan istrinya menemukan kepuasan seksual dengan orang lain hanya tidak membawa penyakit. Tapi Ibu Lina pemalu, baik hati wanita yang mencintai suaminya, dia tidak bisa terus memberikan kebebasan Mr. ElBaradei.


Ibu Lina dari keluarga miskin di desa, mengangkat Baldi menjadi istrinya, dan hidupnya. Bahkan orang tuanya mendukung biaya kampung. Taman Baldi mencari tipe orang yang terobsesi dengan uang, sehingga meskipun hidup di perumahan tipe tepi Gini Jakarta, tapi mobil mencolok. Ibu Lina Honda Jazz adalah kontraknya. Mobil, sering dengan istri saya perjalanan ke mal untuk menggunakan.


Saya hanya memiliki AVANZA, dan bahkan kemudian nyicil angsuran mendesak saya mencoba untuk tidak terlambat.
"Saya selalu ingin berbicara ayah Pa, tapi sulit untuk berhenti, mengatakan:" Istri saya satu hari.


"Melalui neraka, kau benar, biasanya berbicara terus terang, mengapa begitu gugup," kataku.


"Pa Baseball sensitif karena masalahnya adalah geografi, mengatakan:" Istri saya.


"Apa," kataku sedikit penasaran.


"Gini tahu PA, tapi dijamin tidak marah, ya, ayah saya harus memiliki harapan yang benar, Anda tahu, mengatakan:" Istri saya.
"Nah, di akhir penasaran," kataku.


"Ah tidak begitu DEH, ngomongnya sulit sekarang, mengatakan:" Istri saya tiba-tiba.


Saya tahu karakter yang suka orang menderita karena rasa ingin tahu.
"Nah, jika tidak, saya ingin bermain catur ke rumah Pak ElBaradei," kataku.
"Eh ada paket, Iya deh aku cerita," katanya.


"Gini tahu PA, saya kasihan liat rumah panjang Lina, ia merasa lebih dan lebih menyedihkan, meskipun miliknya, suaminya telah sangat baik baginya."
"Nah," kataku.


"Saya ingin membantu Ibu Lina, ayah saya tidak setuju," katanya.
Saya belum bisa menangkap percakapan istri saya, apa yang dia akan lakukan untuk saya masih gelap.
"Jika kita dapat nolong lebih besar, mereka sering nolong kita juga," kataku tegas.


"Bener Ba Ya, Ayah juga ingin membantu mereka," kata istri saya serius.
"Ya, ya," kata saya.


Kemudian sementara mememeluk lenganku, istri saya mengatakan kepada saya bahwa dia berharap saya membantu Ibu Lina. Meskipun kata-kata komuter, Komuter, tapi singkatnya, saya diminta untuk melakukan hubungan antara Ibu Lina. Dia mengatakan bahwa Ms Jolie telah bersedia dan Mr ElBaradei juga memungkinkan bahkan sangat mendukung.


Rencana mereka tampaknya telah disusun selama tiga bulan, kata dia, saya telah berpikir tentang setiap hari, strategi apa yang akan dilaksanakan. Masalah yang paling serius adalah istri saya, tersedia untuk saya.


Saya tidak manusia munafik, Ibu Lina adalah mimpi saya, karena selain menu menu mengubah istri saya. Namun, saya bisa menggodanya karena dia seorang teman istri saya. Uh Sekarang bahkan istri saya yang meminta saya ngembat Ms. Lina.


"The real ibu tidak keberatan berbagi dengan Ibu Lina," aku meyakinkan.
"Tidak ada yang sangat sulit ibu wanita Lina menderita maaf, kita setidaknya bisa menghemat rumah mereka integritas Tanga, dan orang-orang yang tidak jelas istrinya Lina bermain, mengatakan:" Istri saya.
"Yah, itu lebih bagaimana script," saya bertanya.


Istri saya membingungkan, karena terhindar mereka adegan berikutnya ditumpangkan. Sejauh ini, mereka mencoba untuk berpikir bagaimana menyampaikan kepada saya.


"Tidak ada kasus di bawah tindak lanjut, untuk memberitahu Ibu Lina ntar DEH ibu, mengatakan:" Istri saya.
Akhirnya, saya memutuskan untuk langsung menjawab alasan Mr ElBaradei untuk bermain catur.


Ketika saya bertemu Pak ElBaradei, ia langsung sosis saya dan saya berkata, saya siap untuk membantu. Taman Baldi tidak punya waktu untuk berpikir dan mengatur, dia langsung memeluk kata-kata. "Terima Asia MAS, kami telah seperti saudara," katanya, mata sedikit berkaca-kaca.


"Ayo, Pak, kami sekali lagi permainan papan,
Kami juga terlibat dalam permainan catur yang serius. Kali ini, Mr. Baldi selalu pertahanan lemah. "Putih Ayah koq tidak sama seperti biasa," kataku.
"Saya tidak tahu saudara, saya sangat sulit untuk berkonsentrasi," katanya.
Saya langsung berpikir, Mr. Baldi tentu berpikir tentang bagaimana untuk memulai hubungan baru kami.


"Sir, ini adalah malam minggu, di rumah saya jika kitapesta barberque, saat merayakan hubungan baru kami," aku menawarkan solusi.
"Wah, wah tuh MAS, saya mencoba untuk mempersiapkan semua bahan, kemudian membiarkan bunga ibu" Mr. ElBaradei mengatakan, memasuki istrinya.


Kemudian, saya meninggalkan rumah, saya ingin beristirahat untuk tidur, daya tahan siap, siapa tahu malam ini dibuka hubungan antara saya dan istrinya Lina.


Istri saya perpisahan, dan pergi pertokoan Bu kata Lina.
Pukul 20.00, kami mulai barberque menggelar pesta di halaman belakang. Kami sangat penuh dan puas.


Saya sarankan, menunjukkan pesta dansa untuk dua pasangan. Aku segera memilih musik yang tenang. Pertama-tama, kami dan mitra kami menari. Aku meletakkan lampu redup. Tapi setelah jangka waktu yang panjang, tampaknya bahwa cahaya masih terlalu terang. Akhirnya, aku mematikan semua lampu, bola lampu hanya mengandalkan dari luar. Pada awalnya rasanya sangat gelap, namun secara bertahap mulai menyesuaikan mata kita, meskipun pemandangan tidak begitu jelas. Istri saya menyarankan kita bertukar ide acara dua orang. Istri saya meraih lenganku, menariknya lebih dekat dengan Ibu Lina tubuh saya. Ibu Lina sedikit canggung pada awalnya. Mungkin dia sangat malu, karena keinginannya untuk bermain dengan. Saya mencoba untuk memecahkan kebuntuan pelukan lurus Ibu Lina. Ibu Lina bersantai tubuh dekat dengan tubuh saya. Pada saat yang sama istri saya mengambil tangan saya dan tas Baldi juga berbicara.


Mendukung lagu sekali, sangat tenang. Aku langsung serangan di leher Bo Lina. Tunduk untuk mencium leher dan telinganya. Ibu Lina terkejut, karena tidak mengharapkan serangan begitu cepat. Tapi sesaat kemudian, ia mengundurkan diri. Sampai kita hanya berdiri di sana. Saya pikir keinginan untuk Ibu Lina sudah mulai meningkat, saya mencium bibirnya kampanye setan. Saya memperlakukan Ms. Lina di ruangan yang tidak ada orang lain dianggap. Ibu Lina Kanan = kanan dengan jarak pukul saya.


Ketika lagu berakhir, istri saya bertepuk sedikit. Ibu Lina terkejut dan malu. Kami duduk di sofa. Pasangan saya, istri Lina dan istri saya untuk berkemas Baldi. Kami istriahat dengan minum bir dingin.


"Sekarang, kami telah menambahkan partai partai pakaian, ia berkata:" Istri saya, yang segera melepas semua pakaian luar. Putih Batty ragu-ragu, tapi dia pergi bersama juga melepas pakaian luar, tinggal pakaian koloran dan kaos. Saya baru saja membuka pakaian saya semua.


Ibu Lina sedikit pemalu, sehingga membantu istri saya yang telah dipaksa untuk memakai bra dan celana dalam saja.


Tiga lagu, kami memiliki Partai pakaian. Istri saya tiba-tiba terbuka dan ia mendekati Ms. Lina BHnya terbuka BHnya. Ibu Lina mulai sedikit perlawanan, namun ia taat. Payudara Ibu Lina tidak di dada saya menggenggam payudara istri saya yang lebih besar. Ass tebal Aku gosok. Kami dibuat dari berat dan posisi tarian kita tidak lagi saling berhadapan, tapi aku terus Ms. Lina dari belakang, sedangkan susu meremasi gemuk benar.


Jari saya perlahan-lahan meluncur di bawah celana wanita Lina, mengerayangi rambut kemaluan adalah celah tebal dan basah. Ibu Lina beristirahat kepalanya di bahu saya.


Siapa yang tahu berapa banyak lagu telah dimainkan, dan bahkan tanpa lagu apapun, kita masih menerima anak tengah di rumah. Istri saya tiba-tiba mendekati pemerintah segera menarik ke bawah celana Ms. Lina Lina. Ibu Lina terkejut, tapi ia tidak menolak. Celana Dipelorotkan babak berikutnya. Istri saya telah benar-benar telanjang.


"Ayo, jangan malu paket istri saya berkata ketika ia melihat Pak Bhatti pasti akan harus melepas celananya. Dia sangat malu, karena ia berumur masih mengenakan celana, dan akhirnya dibuka.


Aku dan Ibu Lina meningkatkan pacaran. Kami kembali pelukan tatap muka. Gao Shunbian Lina tidak jauh berbeda dari saya, sehingga kita dapat langsung bertatap muka pubis. Ibu Lina Kujepitkan ayam antara paha, kami menari keadaan terjepit ayam paha Ms. Lina. Saya memiliki lebih terangsang, jadi saya ingin memasukkan penis saya ke dalam vaginanya mulai beberapa kesulitan, tetapi karena desakan saya akhirnya ambles semuanya. Ibu Lina melenguh. Tapi dancenya posisi yang tidak nyaman, karena saya dipaksa untuk dengkulku sedikit menekuk.


Pegel dengkulku lama, jadi saya diundang Ibu Lina karpet tergeletak di lantai. Kutelentangkan dia, di karpet yang cukup tebal saya. Saya mengtur posisi misionaris dan gerakan lambat saya menghunjam-hunjamkan ayam yang mendalam Ibu Lina menyenangkan. Ms Jolie secara aktif bermain pantatnya, sampai aku merasa sulit untuk mengikuti irama. Aku mencoba untuk bertahan selama mungkin untuk mengalahkan Bo Lina. Hampir 15 menit, saya genjot istri Lina, tapi dia masih tanda klimaks. Tubuh saya lelah, saya melihat istri saya meremas-remas penis Pak Baldi masih terlihat kuyu. Mr Baldi seperti skema istri saya untuk bergabung dengan saya, Mr. Baldi duduk di sofa menonton istrinya yang aku melawan. Istri saya duduk di sebelah kami dalam memerangi bersila.
Istri saya mendorong Ms. Lina terkonsentrasi.


Ibu Lina memejamkan mata, dan segera dia melenguh, dan mencoba untuk menahan saya lagi. Aku mulai merasa berdenyut vaginanya. Saya tidak membiarkan dia menyelesaikan orgasme, sebaliknya saya olahraga cepat kasar. Ibu Lina melolong, karena tidak sampai lima menit kemudian, ia berteriak, dan kesadaran diri dari mulutnya ditutup setelah ditemukan. Meskipun mulutnya ditutup, tapi dia terus berteriak penangkaran sendiri.
Tampaknya Ibu Lina orgasme kualitas tinggi. Saya ketika itu hampir persis sama, tapi karena saya percaya bahwa ini juga bisa sangat panjang.


Ibu Lina jatuh, dengan keringat tubuh tergeletak di atas karpet. Meskipun ruangan mulai dingin, karena ada AC. Aku segera meraih istri saya, dia meminta saya, memukul saya. Terus terang, jika saya, saya bisa istirahat pertama. Istri saya melayang di atas saya, sampai dia mencapai orgasme, saya juga mengikuti.


Kami berbaring pertiga dilapisi dengan saya di tengah. Saya meninggalkan aku pelukan.


Mr ElBaradei di sofa hanya duduk menonton kami, dia tersenyum. Mungkin dia pikir istrinya senang akhirnya memiliki jiwa yang hidup.


Baldi Putih datang kepada saya untuk menyapa. "Terima Asia MAS," katanya.
Taman Baldi dan kemudian menyarankan dia untuk menginap malam dengan saya dan istri saya, dan dia meninggalkan rumah.
Taman Baldi tas, ia segera meninggalkan kami.


Istri saya Ibu Lina memandu ke kamar mandi, saya juga mengambil. Mandi air hangat kami.


Keringkan dengan handuk setelah telanjang bertiga tidur bersama di tempat tidur king size itu. Saya diapit oleh Lina istri dan istrinya.


Istri saya mulai babak baru. Dia berdiri dan mulai ayam mengulumi. Segera tangan Mrs. Baldi ditarik, dan memerintahkan dia untuk menghisap penisku. Mrs Baldi tidak lagi merasa malu. Dia mengisap ayam dan tarik yang kuat. Rasanya seperti bermain air ditarik keluar secara paksa. Perlahan-lahan penisku mulai membengkak setengah ukuran hard disk.


Ibu Lina mengatakan kepada saya untuk berbaring, dan sekarang aku mengoral memey. Dia mendesah dan mendesah, meremas-remas susunya sendiri. Pertahanan runtuh, karena dia segera mencapai orgasme.


Aku bertanya istri giliran saya pada lampu, sehingga kamar tidur begitu cerah. Ibu Lina segera menarik selimut, karena mereka merasa malu. Istri saya melarangnya, sehingga ia akhirnya mengundurkan diri, ia kembali telanjang.


Saya mengajarkan bagaimana membuat Ibu Lina mencapai orgasme sempurna tanpa lisan, tidak ada hubungan seksual. Aku memasuki jari manis dan jari tengah ke dalam vagina, setelah Ms. Lina ...... semua masuk matahari terbenam, maka saya melakukan latihan, seperti lubang vagina, Ms. Lina mengangkat dua jari berstumpu benda. Dia awalnya terkejut, tapi segera merasa dia menyebarkan menyenangkan. Ibu Lina dan mengerang, mengerang seperti seorang pria namun memiliki begitu sampai lima menit ia menangis karena orgasme. Ibu Lina berteriak minta ampun, belas kasihan, biarkan aku berhenti kegembiraan, tapi setelah jeda, aku mulai gerakan terakhir, ia kembali mencapai orgasme dan jeritan dari segala usia, dan mengambil tangan saya, biarkan aku menyudahinya. "Lemes benar MAS, tapi menakutkan," katanya.


Tak lama, ia tertidur. Berikutnya, giliran saya dan istri saya untuk bermain. Istri saya bahkan tampak bersemangat. Aku tahu, bahkan jika ia mengatakan rela, tetapi ada juga cemburu Mesara melihat suaminya dengan wanita lain. Yang mengatasi istri ini besar, saya merasa baik, karena ia adalah gairah takut.


Kami akhirnya tertidur sampai 07:00 di pagi hari. Ketika aku bangun, aku melihat masih tertidur pulas di samping dua wania. Aku mulai mencium pipi sebelum Ibu Lina menyedoti susu membengkak. Akhirnya, meskipun saya menggenjotnya Ibu Lina belum sepenuhnya dihidupkan kembali tidur, tapi vaginanya cukup basah.


Sesak di pagi hari adalah ayam keras yang sempurna vaginanya BU Lina. "Maas benar-benar merasa benar-benar penuh dan lezat MAS," kata Bu Lina. Istri saya mendengar suara terbangun, ia melihat sebelum pertandingan kami sambil menjaga toilet tanpa alas kaki. Dia tidak kembali, tapi keluar dari ruangan. Saya melanjutkan tugas saya memuaskan Bo Lina mendesis seperti pedas.


"Bahkan, saya sekarat Maas taburi urin, tetapi telah menyebabkan kebingungan jab di muka sehingga rasanya begitu MAS," kata Bu Lina.
Aku berdiri, BU Lina memandu ke kamar mandi. Aku akan duduk di dalam lemari, dan meminta Ibu Lina duduk hal dipangkuanku, ia jatuh ke dalam vagina. "Mengapa kirain seseorang mengatakan padaku kencing, mengapa kemudian aduk." Ibu Lina protes, katanya adalah hasrat sejati untuk buang air kecil.


Aku tidak mendengarkan itu, saya meminta Ibu Jolie bermain pinggul berputar. "Oh, MAS MAS menakutkan," katanya.


Ibu Lina sangat frustasi sekarat untuk buang air kecil, ia menggenjotku sebenarnya bersemangat. Saya ingin mengubah lokasi. Ibu Lina, saya pikir berbaring di lantai kamar mandi tetap kering. Aku berlutut kaki kutekuk mengangkat tangannya sambil menekan dan memutar klitorisnya. Ibu Lina mencapai orgasme. Sessat kemudian mengambil penisku, sekarang saya melihat itu dimasukkan ke dalam vagina untuk menemukan G spot spotnya.


Dengan gerakan halus aku menyentuh bagian sensitif di lubang vagina, sampai Ms. Lina menggelinjang-gelinjang. Dia mulai mengerang kenyamanan dan tidak ada entri, maka ada cairan kental, perlahan dikeluarkan lubang kencing, ketika ia klimaks ejakulasi, tapi kemudian dikeluarkan urin dari lubang dengan semprotan keras di wajah saya. Aku memejamkan mata, berusaha untuk menghindari. Ibu Lina bingung, karena dia tidak bisa menghentikan air seni. Meskipun saya percaya bahwa posisi tidak berubah. Dia mengencingiku sesempurna mungkin.

"Eh Masi Ya maaf, saya tidak bisa berdiri, ABIS MAS mengikat saya, jadi saya tidak bisa ngalih," katanya.


"Tidak apa -. Apa yang wanita, saya sudah tahu, jadi saya berbicara ke kamar mandi" kataku.


Istri saya dan masuk kamar mandi kami untuk bergabung tiga.


Mandi larangan setelah istrinya, gaun Ms. Lina. Kami akan melakukan sarapan telanjang. Ibu Lina dipanggil untuk meminta suaminya sarapan Bareng. Segera, Pa Baldi mengetuk, ia tampaknya baru saja selesai pagi hari, mereka masih memakai sepatu bot dan celana pendek.


Dia terkejut melihat kami bertiga telanjang. Aku menghentikannya baju terbuka, karena saya pikir dia adalah ruang ganti lebih nyaman. Sarapan terakhir kami bersama. Sepanjang hari, kami bernudis memiliki paket di direktori home Anda Baldi masih memakainya, tapi kemudian ia berganti pakaian dengan kaus dan sarung tangan.


Sepanjang hari, kami bermain berkali-kali untuk berhenti dan bermain lagi. Sehari sebelum aku sudah diolah obat kuat, sehingga fisik dan jiwa saya masih beredar.


Kami berakhir di keluarga akrab Pak Bhatti, dan memutuskan untuk menghubungkan di pintu belakang rumah kami. Ibu Lina atau canggung, jatah Permintaan memalukan lagi, sering langsung masuk ke kamar kami. Kadang-kadang kita sibuk berjuang item nya. Ibu Lina lebih sering tidur di rumah saya, dan tidak tidur dengan suaminya.


Aku bertanya cara untuk berlatih, dan tidak oral seks dan penetrasi dengan Mr ElBaradei, kira-kira mantap Bu Lina mengatakan bahwa suaminya melakukan.
Hampir setahun, kami menghubungi mereka, Mrs Baldi akhirnya hamil, anak lahir laki-laki. Untungnya, ia tampak seperti Miss Lina, sehingga tidak ada keraguan ini bibitku. Kami juga mengakhiri periode retensi tidak memiliki anak, hamil dengan istri saya kemudian melahirkan anak laki-laki, juga.
Sampai anak-anak kita di sekolah kita atau melakukan Ms. Lina.

http://vimaxasli-madiun.blogspot.co.id/
Posted by Unknown 20.38.00 in
Cerita Dewasa – Hari telah senja awan mendung pun mulai menyelimuti kota metropolitan ini membuat suasana semakin gelap, di saat itu di sebuah SMU Negeri terkenal di kota itu nampak gadis-gadis membubarkan diri dari sebuah ruang aula olahraga. Mereka mengakhiri latihan rutin paduan suaranya. Tawa dan canda khas gadis-gadis SMU mengiringi mereka bubar, satu demi satu mereka keluar dari halaman sekolah yang telah gelap itu.

Sementara itu suara gunturpun terdengar pertanda hujan akan segera turun. Ada yang dijemput oleh orangtuanya, adapula yang membawa mobil pribadi, dan ada juga yang menggunakan angkutan umum. Aku sangatlah hafal dengan aktifitas anak-anak SMU ini, karena memang sudah hampir sebulan ini aku bekerja sebagai tukang cat disekolah ini. Usiaku memang sudah tidak muda lagi, saat ini aku berusia 48 tahun. Aku adalah seorang duda, istriku sudah lama minggat meninggalkanku setelah mengetahui aku tengah melakukan hubungan intim dengan keponakannya.

Reputasiku sebenarnya lebih banyak didunia hitam, dulu aku dikenal sebagai seorang germo yang aku sambi dengan berdagang ganja. Namun beberapa bulan yang lalu semua para wanita yang aku jajakan terkena razia dan kemudian bisnis ganjaku hancur setelah kurir yang biasa membawa ganja ditembak mati oleh aparat. Di sekolah ini aku tidaklah sendirian aku masuk bekerja dengan sahabatku yang bernama Charles yang seorang residivis kambuhan. Usianya tidak begitu jauh denganku yaitu 46 th, perawakannya tinggi besar rambutnya panjang dan kumal. Kami berdua sengaja hidup berpindah-pindah tempat.

Kami bukanlah pekerja tetap di sekolah ini, kami hanya mendapat order untuk mengerjakan pengecatan kusen-kusen pintu-pintu kelas di sekolah ini. Kami tidak dibayar mahal namun kami memiliki kebebasan untuk tinggal dilingkungan sekolah ini. Maklumlah kami adalah perantau yang hidup nomaden. Di antara gadis-gadis tadi, ada salah seorang yang paling menonjol. Aku sangatlah hafal dengannya. Karena memang dia cantik, lincah dan aktif dalam kegiatan sekolah, sehingga akupun sering melihat dia mondar-mandir di sekolahan ini.

Adinda Wulandari namanya. Postur tubuhnya mungil, wajahnya cantik dan imut-imut, kulitnya putih bersih serta wangi selalu, rambutnya ikal panjang sebahu dan selalu diikat model ekor kuda. Penampilannyapun modis sekali, seragam sekolah yang dikenakannya selalu berukuran ketat, rok seragam abu-abunya berpotongan sejengkal di atas lutut sehingga pahanya yang putih mulus itu terlihat, ukuran roknyapun ketat sekali membuat pantatnya yang sekal itu terlihat menonjol, sampai-sampai garis celana dalamnya pun terlihat jelas melintang menghiasi lekuk pantatnya, tak lupa kaos kaki putih selalu menutupi betisnya yang putih mulus itu.

Tidak bisa kupungkiri lagi aku tengah jatuh cinta kepadanya. Namun perasaan cintaku kepada Adinda lebih didominasi oleh nafsu sex semata. Gairahku memuncak apabila aku memandanginya atau berpapasan dengannya disaat aku tengah bekerja di sekolah ini. Ingin aku segera meyetubuhinya. Banyak sudah pelacur-pelacur kunikmati akan tetapi belum pernah aku menikmati gadis perawan muda yang cantik dan sexy seperti Adinda ini. Aku ingin mendapatkan kepuasan itu bersama dengan Adinda. Informasi demi informasi kukumpulkan dari orang-orang disekolah itu, dari penjaga sekolah, dari tukang parkir, dari karyawan sekoah.

Dari merekalah aku mengetahui nama gadis itu. Dan dari orang-orang itupun aku tahu bahwa Adinda adalah seorang siswi yang duduk di kelas 2, umurnya baru 16 tahun. Beberapa saat yang lalu dia merayakan hari ulang tahunnya yang ke-16 di kantin sekolah ini bersama teman-temannya sekelas. Diapun termasuk siswi yang berprestasi, aktif dalam kegiatan paduan suara dan paskibra di sekolah ini. Dan yang informasi terakhir yang kudapat bahwa dia ternyata adalah salah seorang finalis foto model yang diselenggarakan oleh sebuah majalah khusus untuk remaja putri terkenal di Negeri ini dan bulan depan dia akan mengikuti seleksi tahap akhir.

Kini disaat sekolah telah sepi salah satu dari gadis-gadis anggota paduan suara tadi itu tengah merintih-rintih dihadapanku. Dia adalah gadis yang terakhir kalinya masih tersisa di dalam sekolah ini, yang sedang asyik bercanda ria dengan temannya melalui HP-nya, semetara yang lainnya telah meninggalkan halaman sekolah. Beberapa menit yang lalu melalui sebuah pergulatan yang tidak seimbang aku telah berhasil meringkusnya dengan mudah, kedua tangannya kuikat dengan kencang kebelakang tubuhnya, dan mulutnya kusumpal dengan kain gombal. Setelah itu kuseret tubuhnya ke bangsal olahraga yang berada di bagian belakang bangunan sekolah ini.

Tidak salah salah lagi gadis itu adalah Adinda, gadis cantik sang primadona sekolah ini yang telah lama kuincar. Aku sangat hafal dengan kebiasaannya yaitu menunggu jemputan supir orang tuanya di kala selesai latihan sore dan sang supir selalu terlambat datang setengah jam dari jam bubaran latihan. Sehingga dia paling akhir meninggalkan halaman sekolah. Kini dia meringkuk dihadapanku, dengan tangisannya yang teredam oleh kain gombal yang kusumpal di mulutnya. Sepertinya dia memohon-mohon sesuatu padaku tetapi apa peduliku, air matanya nampak mengalir deras membasahi wajahnya yang cantik itu.

Sesekali nampak dia meronta-ronta mencoba melepaskan ikatan tali tambang yang mengikat erat di kedua tangannya, namun sia-sia saja, aku telah mengikat erat dengan berbagai simpul. Posisinya kini bersujud di hadapanku, tangisannya kian lama kian memilukan, aku menyadari sepenuhnya bahwa dia kini tengah berada dalam rasa keputusasaan dan ketakutan yang teramat sangat di dalam dirinya. Kunyalakan sebatang rokok dan kunikmati isapan demi isapan rokok sambil kutatap tajam dan kupandangi tubuh gadis cantik itu, indah nian tubuhnya, kulitnya putih bersih, pantatnya sekal berisi.

Kunikmati rintihan dan tangis gadis cantik yang tengah dilanda ketakutan itu, bagai seseorang yang tengah menikmati alunan musik di dalam ruangan sepi. Suara tangisnya yang teredam itu memecahkan kesunyian bangsal olahraga di sekolah yang tua ini. Sesekali dia meronta-ronta mencoba melepaskan tali ikatan yang mengikat kedua tangannya itu. Lama kelamaan kulihat badannya mulai melemah, isak tangisnya tidak lagi sekeras tadi dan sekarang dia sudah tidak lagi meronta-ronta mungkin tenaganya telah habis setelah sekian lamanya menagis meraung-raung dengan mulutnya yang telah tersumbat.

Sepertinya di dalam hatinya dia menyesali, kenapa Heru supirnya selalu terlambat menjemputnya, kenapa tadi tidak menumpang Desy sahabat karibnya yang tadi mengajaknya pulang bareng, kenapa tadi tidak langsung keluar dari lingkungan sekolah di saat latihan usai, kenapa malah asyik melalui HP bercanda ria dengan Fifi sahabatnya. Yah, semua terlambat untuk disesali pikirnya, dan saat ini sesuatu yang mengerikan akan terjadi pada dirinya.

“Beres Yon.., pintu pagar depan sudah gue tutup dan gembok”, terdengar suara dari seseorang yang tengah memasuki bangsal. Ternyata Charles dengan langkah agak gontai dia menutup pintu bangsal yang mulai gelap ini. “OK.. Sip, gue udah beresin nih anak, tinggal kita pake aja..”, ujarku kepada Charles sambil tersenyum. Kebetulan malam ini Pak Parijan sang penjaga sekolah beserta keluarganya yang tinggal di dalam lingkungan sekolah ini yaitu sedang pulang kampung, baru besok lusa mereka kembali ke sekolah ini.

Mereka langsung mempercayakan kepada kami untuk menjaga sekolah ini selama mereka pergi. Maka tinggallah kami berdua bersama dengan Adinda yang masih berada di dalam sekolah ini. Pintu gerbang sekolah telah kami rantai dan kami gembok sehingga orang-orang menyangka pastilah sudah tidak ada aktifitas atau orang lagi di dalam gedung ini. Pak Heru sang supir yang menjemput Adinda pastilah berpikiran bahwa Adinda telah pulang, setelah melihat keadaan sekolah itu.

Kupandang lagi tubuh Adinda yang lunglai itu, badannya bergetar karena rasa takutannya yang teramat sangat di dalam dirinya. Hujanpun mulai turun, ruangan di dalam bangsal semakin gelap gulita angin dinginpun bertiup masuk ke dalam bangsal itu, Charles menyalakan satu buah lampu TL yang persis diatas kami, sehingga cukup menerangi bagian disekitar kami saja. Kuhisap dalam-dalam rokokku dan setelah itu kumatikan. Mulailah kubuka bajuku satu per satu, hingga akhirnya aku telanjang bulat. Batang kemaluanku telah lama berereksi semenjak meringkus Adinda di teras sekolah tadi.

“Gue dulu ya..”, ujarku ke Charles. “Ok boss..”, balas Charles sambil kemudian berjalan meninggalkan aku keluar bangsal. Kudekati tubuh Adinda yang tergolek dilantai, kuraba-raba punggung gadis itu, kurasakan detak jantungnya yang berdebar keras, kemudian tanganku turun hingga bagian pantatnya yang sekal itu, kuusap-usap pantatnya dengan lembut, kurasakan kenyal dan empuknya pantat itu sambil sesekali kutepok-tepok. Badan Adinda kembali kurasakan bergetar, tangisnya kembali terdengar, sepertinya dia kembali memohon sesuatu, akan tetapi karena mulutnya masih tersumbat suaranyapun tidak jelas dan aku tidak memperdulikannya.

Dari daerah pantat tanganku turun ke bawah ke daerah lututnya dan kemudian menyelinap masuk ke dalam roknya serta naik ke atas ke bagian pahanya. Kurasakan lembut dan mulus sekali paha Adinda ini, kuusap-usap terus menuju keatas hingga kebagian pangkal pahanya yang masih ditutupi oleh celana dalam. Karena sudah tidak tahan lagi, kemudian aku posisikan tubuh Adinda kembali bersujud, dengan kepala menempel dilantai, dengan kedua tangannya masih terikat kebelakang. Aku singkapkan rok seragam abu-abu SMU-nya sampai sepinggang. “Waw indah nian.. Gadis ini” gunamku sambil melototi paha dan pantat sekal gadis ini.

Kemudian aku lucuti celana dalamnya yang berwarna putih itu, terlihatlah dua gundukan pantat sekal gadis ini yang putih bersih. Sementara Adinda terus menangis kini aku memposisikan diriku berlutut menghadap ke pantat gadis itu, kurentangkan kedua kakinya melebar sedikit. Dengan jari tengahku, aku coba meraba-raba selangkangan gadis ini. Disaat jari tengahku menempel pada bagian tubuhnya yang paling pribadi itu, tiba-tiba tubuh gadis ini mengejang. Mungkin saat ini pertama kali kemaluannya disentuh oleh tangan seorang lelaki.

Di saat kudapatkan bibir kemaluannya kemudian dengan jariku itu, aku korek-korek lobang kemaluannya. Dengan maksud agar keluar sedikit cairan kewanitaannya dari lobang kemaluannya itu. Tubuhnya seketika itu menggeliat-geliat disaat kukorek-korek lobang kemaluannya, suara desahan-desahanpun terdengar dari mulut Adinda, tidak lama kemudian kemaluannya mulai basah oleh cairan lendir yang dikeluarkan dari lobang vaginanya. Setelah itu dengan segera kucabut jari tengahku dan kubimbing batang kemaluanku denga tangan kiriku kearah bibir vagina Adinda. Pertama yang aku pakai adalah gaya anjing, ini adalah gaya favoritku.

Dan.. “Hmmpphh..”, terdengar rintihan dari mulut Adinda disaat kulesakkan batang kemaluanku kebibir vaginanya. Dengan sekuat tenaga aku mulai mendorong-dorong batang kemaluanku masuk kelobang kemaluannya. Rasanya sangat seret sekali, karena sempitnya lobang kemaluan gadis perawan ini. Aku berusaha terus melesakkan batang kemaluanku kelobang kemaluannya dengan dibantu oleh kedua tanganku yang mencengkram erat pinggulnya.

Kulihat badan Adinda mengejang, kepala mendongak keatas dan sesekali menggeliat-geliat. Aku tahu saat ini dia tengah merasakan sakit dan pedih yang tiada taranya. Keringat terus mengucur deras membasahi baju seragam sekolahnya, namun harum wangi parfumnya masih terus tercium, membuat segarnya aroma Adinda saat itu, rintihan-rintihan terdengar dari mulutnya yang masih tersumpal itu. Dan akhirnya setelah sekian lamanya aku terus melesakkan batang kemaluanku, kini bobol sudah lobang kemaluan Adinda. Aku telah berhasil menanamkan seluruh batang kemaluanku ke dalam lobang vaginanya.

Kurasakan kehangatan di sekujur batang kemaluanku, dinding vagina Adinda terasa berdenyut-denyut seperti mengurut-urut batang kemaluanku. Sejenak kudiamkan batang kemaluanku tertanam di dalam lobang vaginanya, kunikmati denyutan-demi denyutan dinding vagina Adinda yang mencengkram erat batang kemaluanku. Selanjutnya kurasakan seperti ada cairan mengucur mengalir membasahi batang kemaluanku dan kemudian meluber keluar menetes-netes.

Ah.. Ternyata itu darah, berarti aku telah merenggut keperawanan dari gadis cantik ini.
Posted by Unknown 20.25.00 in
Cerita Dewasa – Cara kerjaku di pabrik memang terkenal tegas, akan tetapi aku terkenal dengan kebaikan ku terhadap karyawan lain terlebih dengan karyawan bawahan ku. Memang posisiku sekarang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Sebagai manager pusat aku memegang peranan penting dalam perusahaan. Akan tetapi godaan yang datang jauh lebih besar. Semasa aku memegang peranan sebagai bagian produksi rekan-rekan kerjaku sebagian besar laki-laki dan hanya beberapa wanita yang ada di departemen ku.

Itu pun semuanya tidak ada menarik hatiku. Akan tetapi saat ini ada yang membuatku tertarik dan aku sedang mengincar “mangsa” baru. Yaitu Mbak Merry, penjaga Kantin pabrik. Mbak Merry ini asli dari Solo.

Akan tetapi sejak usia 13 tahun dia sudah tinggal di kota ku ini. Sekarang dia bersuamikan salah satu karyawan bawahan ku. Yang selalu membuat ku menarik diluar bodinya yang yahud adalah bau keringat nya yang khas. Entah kenapa aku selalu saja terangsang apabila mencium bau keringat mbak Merry.

Memang mbak Merry terkenal dengan kegenitannya di pabrik. Bahkan terkadang akibat kegenitannya itu dia sering terlihat bertengkar dengan suaminya. Wajar saja kalau suaminya cemburu. Dan aku pun tak akan menyalahkan laki-laki yang menggoda mbak Merry. Karena terkadang entah sengaja atau tidak dia selalu memperlihatkan belahan dadanya ketika menyajikan makanan.

Terkadang pula aku sering melihat mbak Merry dicolek-colek oleh karyawan tanpa menepis colekan itu ataupun memarahi kenakalan tangan karyawan pabrik. Semenjak aku dijadikan Manager Pusat oleh boss ku ,aku menjadi jarang makan di kantin. Karena staff Direksi hampir semuanya selalu makan di luar. Apalagi kalau bersama boss ku. Pasti kami selalu makan siang di restoran berbintang.

Tapi siang itu entah kenapa aku malas sekali makan bersama boss ku. Aku memutuskan untuk tidak makan siang. Pada saat jam makan siang aku memilih minum kopi di ruangan ku dan bermain game di laptop ku.

Ruangan ku sekarang sangatlah besar dibandingkan pada saat menjabat Manager Area. Dan aku pun sekarang memiliki sekertaris pribadi. Namanya Vicky. Umurnya tidak berbeda jauh dengan ku. Hanya terpaut tiga atau 4 bulan saja. Orang nya cantik, tubuh ideal, hanya saja cerewet nya minta ampun.

Terkadang aku sering berdebat dengannya hanya karena hal sepele. Vicky masih mempunyai hubungan kerabat dengan boss ku. Selepas kuliah sekertaris dia ditarik oleh boss ku dan ditempatkan menjadi sekertarisku. Tapi sudahlah tak usah bercerita panjang lebar mengenai Vicky. Hari itu memang Vicky tidak masuk kerja. Kadang aku suka meminta untuk di pesan kan makanan olehnya.

Tepat pada saat jam menunjukan pukul 3 sore, perutku mulai minta di isi. Aku pun kemudian mengangkat telpon dan menelpon bagian OB. Tak lama kemudian datang lah Darsiman salah seorang OB kami.

“Ya Pak? Bapak manggil tadi?”.tanya Darsiman padaku. Tanpa menoleh ke arah nya aku pun menjawab ,”Man, tolong kamu ke kantin dan bilang mbak Merry untuk buatin saya mir rebus ya. Jangan pake sayur….dan jangan pake lama …”. Darsiman pun berkata ,

”Siap boss….siap laksanakan…hehehe…”. aku pun bangkit dari kursiku dan merogoh saku celanaku untuk mengambil dompet.

Aku mengeluarkan lembaran seratus ribuan dan menyerahkan nya pada Darsiman.
“Nih…ntar bayar ke mbak Merry, kembaliannya buat kamu aja…”. kataku sambil kembali duduk di kursiku. “Waaahhh…buanyak bener boss…bener nih kembaliannya buat saya?”. Tanya Darsiman ragu.

Aku pun tersenyum dan berkata ,
”Yah…kembaliannya buat kamu aja…ga papa..bagi-bagi rejeki..sudah cepet sana dah laper saya”. Dengan sigap Darsiman langsung bergegas meninggalkan ku. Aku pun kembali sibuk bermain game.

Bosan dengan bermain game aku pun membuka sebuah situs porno , kemudian aku pun sibuk melihat –lihat film yang akan aku unduh. Dan akhirnya aku pun menemukan film yang aku inginkan. Sebuah film klasik yang diperankan oleh Asia Carera. Memang artis porno yang satu itu merupakan favoritku.

Sambil menunggu file nya terunduh, aku pun kembali mencari-cari file yang lain. Cukup lama aku berkutat di depan laptopku hingga tanpa sadar mbak Merry sudah ada di dalam ruangan ku,dan sambil memegang nampan berisikan mie instan dia berdiri di belakang ku. Dan aku pun terkejut ketika mbak Merry menepuk pundak ku.

“hayyoooo…yang mau makan koq malah nonton film blue sih Pak..?”. dengan sigap aku pun menutup laptop ku. “Loh koq ga ketok pintu masuknya mbak?”. Mbak Merry menggelengkan kepalanya sambil berkata ,

”Lah…tadi saya ketok pintu berapa kali, Bapak ndak menjawab, saya masuk saya tanya mau disimpan di mana mie nya ,ndak jawab juga….eh lagi asik rupanya nonton….hehehe…”. Aku pun menjawab ,

”Masa sih mbak? Beneran loh ga kedengeran….ngomong-ngomong uang nya dah dikasihkan sama Darsiman ,blom?”. Sambil meletakan mie di atas mejaku mbak Merry menjawab , ”sudah Pak, tadi sudah di kasih uangnya…. memang lagi ga ada kerjaan ya Pak, nonton film Blue?”.

“Ya nih, Vicky kan ga masuk…jadi ga ada yang bantuin, ntar aja di lanjut”.
Tiba-tiba terbersit pikiran kotorku untuk mengerjai mbak Merry, mumpung ga ada orang nih, kataku dalam hati. Aku pun menyusun strategi dan mulai mempersilahkan Mbak Merry duduk.

“Mbak, duduk dulu deh di sini, temenin saya ngobrol….ga ada temen ngobrol nih…lagian dah lama kita ga ngobrol ya?”. Mbak Merry pun duduk dan meletakan nampannya di dadanya.
“Ya Pak, sejak Bapak jadi manager ,bapak ga pernah ke kantin lagi….”. Aku pun tersenyum dan berkata ,

”Sorry mbak, bukan ga mau ke kantin lagi, Cuma si boss selalu ngajak makan di luar terus.” Mbak Merry pun berkata sambil tersenyum ,

”Tapi kayaknya bapak aja yang udah bosen sama saya ya, jd ga mau ke kantin….”. Aku menggelengkan kepala sambil menjawab ,

”Ga lah, siapa yang bosen sama kamu? Kamu cantik, seksi, laki-laki bodoh aja yang bosen sama kamu….”. Kulihat wajah mbak Merry memerah dan tertunduk malu ,

”Ah….bapak gombal…sama kayak yang lain, gombal semua”. Aku pun bangkit dari duduk ku dan mengitari meja mendekati mbak Merry, kemudian berdiri di sampingnya.

Dari tempatku berdiri ini tampak lebih jelasa belahan dada mbak Merry, yang memang hari itu mengenakan kaus berleher pendek, sehingga kedua payudaranya agak menyembul keluar. Aku pun mulai beraksi, tanganku kuletakan di bahunya sambil berkata ,

”Saya ga mungkin gombal mbak, mana mungkin saya gombalin cewek cantik dan seksi kayak mbak….Sayang aja mbak dah punya suami, kalo ga…..”. Aku tak meneruskan kata-kata ku, dan memang benar, mbak Merry tampak merespon perkataanku.

“Emang kalau saya ga punya laki ,bapak mau sama saya?” Tanya Mbak Merry.
Aku pun tersenyum dan tanganku tak kubiarkan diam di bahunya. Aku elus-elus bahunya sambil berkata ,

”Mau lah, kalau sekarang mbak Merry mau saya juga mau sama mbak Merry…”.
Suasana menjadi hening seketika. Mbak Merry tak menjawab hanya diam tertunduk. Aku pun bertanya ,

”Loh koq diam mbak? Kenapa? Saya menyinggung mbak ya?”. Mbak Merry menjawab sambil menundukan kepalanya ,

”Ga Pak. Bapak ga menyinggung saya. Cuma saya tau bapak sudah beristri. Dan saya juga bersuami…..kan ga mungkin Pak”. Aku pun tertawa dan kembali merayu mbak Merry ,

”Hahahahaha….tapi kan kalau ga ada yang tau, ga bakalan apa-apa kan Mbak?”. Mbak Merry kembali berkata ,

”Saya malu Pak, saya kan Cuma penjaga kantin, trus disamping itu saya takut keterusan….”. Aku pun memutar kursi yang di duduki mbak Merry sehingga posisi kami berhadapan, kemudian aku pun berjongkok di depan nya.

“Mbak, penjaga kantin kan Cuma profesi, yang saya suka kan orangnya….trus maksud mbak takut keterusan apa sih mbak?” Mbak Merry meletakan nampan yang dipegangnya ke atas meja, kemudian menjawab ,

”Saya takut kebablasan pak….Saya nikah sama suami saya awalnya ya seperti ini….saya di rayu, trus kebablasan, untung dia mau nikahin saya….”.

Aku terdiam sejenak, kemudian sambil mulai mengelus-elus bahu hingga lengannya aku pun kembali berkata ,

”Saya mau jujur sama mbak, dari awal saya liat mbak di kantin, saya udah tertarik sama mbak, memang bukan tertarik jatuh cinta…..saya tertarik dengan tubuh mbak dan kecantikan mbak, terkadang saya suka membayangkan tubuh mbak kalau sedang melakukan hubungan intim dengan istri saya….sorry ya mbak..bukan maksud saya mau merendahkan mbak.

Tapi sebagai lelaki normal saya benar-benar terangsang sama mbak…..”. Belum sempat mbak Merry menjawab, aku langsung menciumi bibirnya. Aku hanya berpikir ,gimana nanti aja.”Paakk…hhmmmppphh….” hanya itu yang keluar dari mulut mbak Merry. Dan ternyata mbak Merry membalas ciuman ku. Dia mulai memainkan lidahnya di lidahku. Kami pun terus berkutat saling bertukar ludah dan saling berpagutan dengan panas.

Aku pun tak menyia-nyiakan hal ini, tanganku pun kuselipkan ke kaus leher pendek nya, dan mulai meremas payudaranya. kemudian mulai mengusap-usap puting nya. Tampak mbak Merry menggeliat-geliat kegelian. Tangan Mbak Merry mulai mengelus rambutku.

Aku pun membimbing tangan mbak Merry yang satunya lagi ke arah selangkanganku. Dan tanpa disuruh mbak Merry, mulai melepaskan celana ku. Mulai dari ikat pinggang, kancing celana hingga resleting celanaku. Hingga celanaku pun terjatuh ke bawah, dan hanya menyisakan celana dalamku.

Kemudian tangan mbak Merry mengusap-usap kontolku dari luar CD ku. Kontan saja kontolku pun langsung berdiri perlahan hingga benar-benar berdiri tegak dan keluar dari dalam CD ku. Mbak Merry menghentikan ciumannya dan menarik kepalanya kebelakang.
“Pak….saya takuuttt…”. Aku tersenyum sambil memelai rambutnya.

“Jangan takut mbak, kan ga ada orang, yang penting kita nikmati aja yang ada sekarang, dan satu lagi jangan panggil saya Pak, panggil saya mas saja…”. Setelah berkata demikian aku pun melumat bibirnya kembali. “Hhmmmmppphhh….mmmaaaassss……”. Mba Merry kembali membalas ciumanku.

Dan tangannya kemudian membuka CD ku, dan mulai mengelus dan mengocok kontolku. Aku pun tak tinggal diam. Tangan ku pun kemudian turun ke arah rok panjangnya. Ku elus-elus betis nya, kemudian naik ke pahanya, hingga akhirnya kutemukan gundukan indah di balik CD nya. Aku pun mulai mngelus-elus gundukan tersebut.

Ketika aku sedang menikmati aksi kami itu, tiba-tiba mbak Merry menghentikan aksinya dan mencoba bangkit dari duduknya. Aku pun sempat berpikir kalau mbak Merry mulai tersadar akan hal ini dan ingin menghentikan nya. Akan tetapi dugaanku salah besar, mbak Merry malah meminta ku untuk mengunci pintu, sambil mulai menurunkan CD nya tanpa membuka rok panjangnya.

Aku pun bergegas mengunci pintu ruanganku. Dan kembali ke arah mbak Merry, dan ternyata mbak Merry sudah duduk dengan posisi mengangkang dan kedua kaki nya di letakan di atas pegangan kursi. Hingga tampaklah memeknya yang indah terpampang di depanku.

Tanpa basa-basi lagi aku pun membasahi kepala kontolku dengan liurku. Kemudian mengarahkan kontolku ke arah memeknya yang kulihat memang sudah siap untuk dimasuki kontolku. Aku pun menggesek-gesekan kepala kontolku perlahan, dan kemudian menekan perlahan pantatku sehingga kontolku masuk perlahan.

Kurasakan memek mbak Merry masih agak sempit, entah mungkin kontolku memang besar dan memeknya tak sebesar dan selebar Tante A Yung. Kulihat Mbak Merry memejamkan matanya sambil menggigit bibirnya. Aku pun menekan pantatku terus sehingga kontolku masuk seluruhnya. Kulihat mbak Merry membelalakan matanya dan berteriak kecil ,

”Aaaaahhhhh… mmaaassss…. ssaakkkiitttt…….Ooooouuhhhhh……. sssssstttttt…..!!”. Ketika kontolku sudah masuk seluruhnya, kudiamkan sejenak kontolku di dalam memeknya.

Aku pun menyingkapkan kausnya ke atas ,lalu ku angkat pula bra nya sehingga payudara mbak Merry tampak indah menyembul dihadapanku. Dan aku pun mulai menjilati dan mengemut putingnya sedangkan tanganku aku arahkan ke arah clitoris mbak Merry dan mulai mengusapnya pelan-pelan.

“Maaassss…aayyoooo..ddooonnggg…… aaaaaooohh…. hhhmmmppphhh…..!!”.Desah Mbak Merry.

Akan tetapi aku sengaja tidak menggenjotnya dulu karena masih ingin menikmati hangatnya memek mbak Merry. Mungkin karena aku yang mendiamkan kontolku di dalam tanpa menggerakannya, maka tanpa disuruh mbak Merry menggoyangkan pantatnya sendiri, maju mundur, memutar dan sesekali menekan pantatnya keras-keras ke atas.

“Aaahhhhh…. aaaaauuuuhhh….oooouuhhh…. mmmaaasss…. eennnnaaakkkk… ayyyoo…. doonnkkk… maasss ……jjuuggaaaahhh…….. sssstttt…!!!”. Mbak Merry tampak mendesah sambil meremas payudaranya sendiri yang sedang aku jilati itu.

Kemudian aku pun mulai menggenjot dengan perlan-pelan. Dan sensasi yang aku dapatkan dari memek mbak Merry memang hebat. Denyutan di dalam memeknya jauh lebih terasa di batang kontolku. Seakan –akan kontolku sedang di urut.

“Mbaaakkkk…. oooouuhhh….mmmeeemmeekk…. mmmbbaakkkk….. mmmeemmaaanngg….. eeennaaakkk….. ssssttttt……aaaahhhhh…!!” Genjotanku perlahan –lahan mulai meningkat temponya.

Dan mbak Merry pun tak tinggal diam, pinggulnya ikut bergoyang seiring dengan goyangan ku.

“Mmmaaasss….. hhhmmmpppphhh…. kkkoonnnttooolll…. mmmaassss….. jjjuuggaaaaa…. eeennnnaaakkk…. aaaahhhh…aaaauuuhhh….!!”. tak lama kemudian akupun mengganti posisi ku, tanpa mencabut kontolku dari memek mbak Merry.

Aku mengangkat tubuh mbak Merry kemudian membaringkannya di atas sofa ruanganku. Dengan posisi ini aku lebih bebas mengeksplorasi tubuh mbak Merry. Kemudian aku angkat kaki kirinya dan aku letakan diatas bahuku. Dan aku pun mulai menggenjot memek mbak Merry kembali. Dan memang posisi ini jauh lebih enak dibandingkan pada saat kami melakukannya di atas kursi. Tak beberapa lama kami pun berganti posisi kembali.

Kali ini mbak Merry menaiki tubuhku. Aku pun mengambil posisi duduk di sofa. Mbak Merry kemudian mengangkangiku dan memegang kontolku, kemudian membimbingnya dan memasukan kontolku perlahan ke dalam memeknya.

Bllessss!! “Aaaahhh…. eeennnaaakkk… mmmaassss…..!!” desah mbak Merry ketika kontolku masuk seluruhnya ke dalam memeknya.

Dan mbak Merry pun sedikit membusungkan dadanya sehingga payudaranya tepat di depan wajahku. Tanpa menunggu lama aku pun melumat kedua payudaranya yang indah itu.

Mbak Merry mulai menggoyangkan pantatnya maju mundur, kemudian naik turun dengan irama yang teratur. Tak lama setelah itu tampak mbak Merry mulai mempercepat goyangannya.

“Maaasss…. mmmaaauuuu…. kkkeellluuaaarrr….. uuuddaaaahhh… mmmaaauuu… saaammmpppee…aaahhhh… aaaooohhhh…. ssstttthhhh…. !!” Aku pun membantu mbak Merry dengan memegang pinggangnya dan menggerakannya seiring dengan gerakan mbak Merry.

Dan memang tak lama kemudian tubuh mbak Merry menegang, dan dia memeluk ku dengan erat. “Aaaaahhhhhh….. hhhhmmmpppphhhh……. !!!!”. Ditekannya kuat- kuat pantatnya sehingga kontolku masuk seluruhnya ke dalam memeknya.

Kemudian tubuhnya mulai melemas dan aku pun mengangkat tubuhnya dan ku baringkan lagi di atas sofa. Kuangkat kedua kakinya dan kuletakan di atas bahuku. Ku gesek-gesekan kontolku di bibir memeknya. Dan belum sempat aku memasukan kontolku mbak Merry menahan perutku dan berkata ,

”Maaassss…. ssebbbeennntttaarrr… cccapppeee… hhhmmmpppp…!!!”. Ku pegang tangan mbak Merry dan tanpa mempedulikan perkataannya aku menekan pantatku dan tanpa sadar aku pun mengerang karena posisi ini lebih nikmat dari sebelumnya.
“Aaahhhh….. mmbbaaakkkk….!!”.

Aku mulai menggenjot dengan irama cepat dan memang aku sudah mulai merasakan desakan air maniku akan keluar. Dengan cepat dan kuat aku terus menekan memek mbak Merry. Pllookk..!! Pllokk!! Pllookkk!! Mbak Merry pun kembali mendesah dan berterik kecil.

“Maaasss…. ggaaa…tttaahhhaannn…. mmmaaauuu… kkkeellluuaarr… lllaagggiiii….. Aaaahhhh… aaaahhhhhhh….!!!” dan tubuh mbak Merry kembali menegang. Kedua tangannya meremas sofa dengan kuat.

Kurasakan denyutan memek mbak Merry bertambah kuat. Dan memang akibat denyutan itu kurasakan kontolku pun sudah ingin mengeluarkan isi nya.

“Mbaakkk… ssaaayyyaaa… jjuuggaaa… mmmaaauuu…. kkkeellluuuaaarrr….. hhhhmmmppphhh….!!!”. Mbak Merry menjawab dengan perlahan.
“Maaasss…. hhmmppphh… ddiiillluuaaarrr… yyaaa….!!’. Kemudian aku pun mencabut kontolku dan beranjak dari tempatku.

Kuarahkan kontolku ke depan mulutnya. Tanpa disuruh mbak Merry pun menggenggam kontolku dan mengocokya sambil sesekali menghisapnya. Tak lama kemudian aku pun menjerit pelan ,

”Mmbbaaakkk…. aaaaahhhhhh….hhhhhmmmppphhh…!!”. Mbak Merry segera mengulum kontolku dan menghisapnya kuat-kuat.
Crrooott…cccrrroooott..crrooott..!!! air maniku menyembur dengan kuat dan memenuhi rongga mulut mbak Merry.

Kulihat mbak Merry terus menghisap kontolku dan menelan air maniku tanpa menyisakan setetes pun. Kurasakan tubuhku melemas dan seluruhn titik syarafku merasakan sensasi nikmat yang tiada tara. Dan setelah habis semua maniku di telan, mbak Merry masih menjilati kepala kontolku ,bahkan sesekali menggigitnya dengan pelan. Dan dia pun tersenyum kepadaku.

“Mas, saya bener-bener dibikin lemes sama mas….”. Aku pun bangkit dan mencium bibirnya. Kami pun kembali berpagutan.

Setelah itu kami pun kembali berpakaian.
“Mbak, tolong jangan sampe ada yang tau ya…”. Aku sedikit memohon kepada mbak Merry.
Dia pun tersenyum lalu menjawab ,

”Tenang aja mas, saya juga ga mau kalau suami saya sampai tau..”. Aku pun kembali bertanya ,
”Terus ,koq mau sih saya ajak begituan?”. Mbak Merry menjawab ,
”Sebenernya saya suka banget mas begituan, Cuma suami saya ga bisa muasin saya seperti mas tadi…”. Mbak Merry tertunduk malu.

Lalu kembali berkata ,
”Tapi nanti kalau mas mau lagi, tinggal ngomong sama saya, kapan dimana saya siap koq mas…”. Aku pun tersenyum dan memang jawaban seperti itu yang ingin ku dengar.

“Ya sudah mbak, nanti kalau saya pengen lagi kita janjian, tapi jangn di kantor, mending diluar biar lebih aman dan nyaman…”. Mbak Merry pun bangkit dan mengambil nampan yang tadi disimpannya di meja.

“Kalau gitu saya permisi ya Pak, kalau ada apa-apa kasih tau aja ya..”. Aku pun bertanya kembali padanya,

”Loh koq manggil “Pak” lagi?”. Mbak Merry menjawab sambil tersenyum ,
”Kalau manggil “Mas” ntar aja kalau kita lagi begituan, kalau di kerjaan saya tetep harus panggil “Pak”, tar orang curiga….Mari Pak, saya tinggal dulu..”. Mbak Merry pun segera beranjak meninggalkan ruangan kantorku.

Dan memang sejak saat itu kami pun sering bertemu diluar, aku selalu mengajaknya bertemu di hotel sehingga tak ada seorang pun yang tahu tentang hubungan kami. Aku pun mengatur jadwal ku sehingga tidak bentrok dengan jadwal syahwat ku dengan wanita lain.

http://vimax-solo.com/vimax-izon-3d-asli.html

Posted by Unknown 07.47.00 in
Dia sudah minta tolong, tapi tak ada balasan dari siapapun yang mendengarnya , tapi tangan preman itu gesit langsung membukan mulut Miranti, ada 2 preman yang berjaga sementara preman yang satunya tertawa melihat Miranti dengan tubuh tak berdayanya.

 Cerita Dewasa Miranti Diperkosa


“gila,,bening banget nih cewek,,mimpi ape kite kemaren,,”.

“kalo gue sih mimpi ketiban duren,,”.

“udeh lo bedua berisik banget,,mending lo bedua buka jaket nih cewek,,”.

“oke bos,,”. Salah satu preman itu menarik resleting jaket Miranti ke bawah sementara preman terakhir memegangi kaki Miranti agar tidak menendang-nendang lagi. Preman yang ditugasi untuk membuka jaket sangat kaget ketika resleting jaket Miranti sudah terbuka sampai ke perutnya.

“gila,,ni cewek cuma pake jaket doang,,gak pake baju die bos,,”.

“ah,,yang bener lo Jo,,”, si bos preman itu pun menutupi mulut Miranti dengan tangan kirinya dan tangan kanannya bergerak menyusup ke dalam jaket Miranti dan langsung meremas kencang payudara kiri Miranti.

Ekspresi wajah Miranti menunjukkan kalau Miranti kesakitan akibat remasan kencang si bos preman di payudara kirinya. Preman yang memegangi kaki Miranti tidak tahan hanya melihat kaki & paha Miranti yang putih mulus tanpa cacat sedikit pun. Jadi, preman itu mengelus-elus paha Miranti dengan tangan kanannya. Lalu tangan preman itu terus bergerak hingga ke pangkal paha Miranti.

“die juga gak pake celana dalem bos,,kayaknye die emang udeh siap buat dientot ni bos,,”.

“yaude,,lepasin jaketnye, Jo,,biar ni cewek telanjang sekalian,,”.

“oke bos,,”. Ketiga preman itu jadi lengah sehingga otak Miranti langsung bekerja untuk melepaskan diri dari 3 preman itu. Miranti mendorong kepalanya ke belakang sehingga mengenai wajah si bos preman.

“aarrgghh,,”, bos preman itu langsung menjauh dari Miranti sambil memegangi hidungnya yang hampir patah karena terbentur bagian belakang dari kepala Miranti. 1 preman sudah lepas, 2 more to go. Miranti mengangkat kaki kanannya sehingga lutut Miranti langsung menghantam dagu preman yang memegangi kakinya.

Preman itu langsung jatu terjerembab ke belakang. Still 1 preman standing. Miranti langsung meninju preman yang tadi ditugasi melucuti jaket Miranti. Meski tinju Miranti lemah, tapi mampu membuat preman itu juga jatuh ke belakang karena preman itu berjongkok dengan sedikit berjinjit.

Miranti pun langsung mengambil langkah 2 ribu menjauhi 3 preman yang sedang kesakitan sambil berteriak minta tolong. Ada orang keluar dari warung, Miranti berlari ke arah orang itu, sambil berlari, Miranti menarik resleting jaketnya ke atas lagi agar payudaranya tertutupi jaket.
“tolong pak,,saya mau diperkosa,,”, kata Miranti sambil berlindung di belakang orang itu.

“mana Dek,,yang mau merkosa,,”, ujar orang itu sambil bertolak pinggang seperti jagoan. 3 preman itu muncul di hadapan abang pemilik warung dengan nafas mereka yang terengah-engah. Miranti merasa sedikit tenang melihat si abang pemilik warung kelihatannya tidak gentar menghadapi 3 orang preman itu.

Tiba-tiba, trio preman itu langsung bergerak ke belakang si abang pemilik warung dan menangkap Miranti.

“pak,,tolong saya,,”, pinta Miranti dengan wajah sedihnya. Abang pemilik warung itu menoleh ke belakang.

“ah,,parah lo betiga,,udah gue kasih minuman,,malah gak ngajak gue pas mau merkosa cewek,,”, kata-kata yang keluar dari mulut si abang pemilik warung membuat Miranti seperti tersamber petir.

“gimane mau ngajak lo Din,,die aje kabur,,”.

“kok bisa kabur?”.

“noh,,gara-gara si Narjo buka jaketnye kelamaan,,”.

“bukan salah gue bos,,gara-gara si Bagus,,megangin kakinye gak bener,,”.

“enak aje,,lo,,bos Hari juga salah,,”.

“udeh,,udeh,,mending,,kite mulai aje,,ngerjain ni cewek nyang kayak bidadari ini,,”.

“bener juge ape kate lo,,Yo,,”. Akhirnya, nama mereka terungkap juga. Si bos preman bernama Hari, si abang pemilik warung bernama Taryo, preman yang tadi memegangi kaki Miranti bernama Bagus, dan preman yang terakhir bernama Narjo.

“ngapain lo kabur tadi,,hah?!”, sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Miranti.

“udeh,,kite telanjangin aje nih cewek,,biar die kapok,,”. Dalam waktu sekejap, jaket Miranti sudah dibuang jauh-jauh oleh Hari.

“buset,,bodynye bohay banget,,”, ujar Narjo.

“liat tuh memeknye,,kayaknye,,masih perawan,,”.

“berarti gue yang merawanin,,”, kata Udin.

“enak aje lo, Din..gue bosnye disini,,”, balas Hari.

“tapi,,ini kan warung gue,,”, balas Udin tak mau kalah.

“yaude,,lo yang merawanin,,tapi kite gratis minum di warung lo satu minggu ye,,”, kata Hari.

“sip dah,,nyang penting bisa merawanin cewek,,”.

“jangan perkosa saya,,”, pinta Miranti, air matanya pun mengalir keluar.

“diem lo !! ntar lo juga enak,,”, ejek Bagus.

“kite taro aje di bangku biar lebih enak,,”, usul Narjo.

“bener juga lo Jo,,”. Narjo & Bagus mengangkat tubuh Miranti dan menaruh Miranti di kursi panjang dari kayu yang biasa ada di warteg. Bagus & Narjo mengangkat kaki Miranti ke atas sehingga vagina Miranti yang ada di tepi ujung bangku benar-benar terekspos dengan sangat jelas.

Hari duduk di ujung bangku yang satunya, dia memegangi kedua tangan Miranti sambil menikmati kelembutan dari bibir Miranti yang tipis dan lembut. Miranti tau kalau dia tidak bisa melakukan perlawanan lagi karena kali ini dia benar-benar tidak berdaya. Miranti tidak tau apa yang akan terjadi pada vaginanya karena pandangannya tertutupi leher Hari.

“gue jilat dulu ah,,pengen tau,,memeknye perawan manis ape nggak,,hehe,,”, ujar Udin. Udin berjongkok di depan vagina Miranti dan menatapi pemandangan indah di depannya bagai detektif yang memperhatikan dengan teliti untuk menemukan barang bukti.

“gak ade bulunye lagi,,jadi tambah napsu gue,,”, kata Udin.

“udeh,,cepetan lo Din,,ntar gantian,,”, kata Hari lalu Hari melanjutkan melumat bibir Miranti lagi.

“sabar nape lo,,”. Udin mengelus-elus kedua paha mulus Miranti hingga menyentuh pangkal paha Miranti. Lalu Udin mendekatkan wajahnya ke vagina Miranti. Udin semakin nafsu setelah melihat bentuk vagina Miranti yang masih sempurna serta wangi alami dari vagina Miranti yang dirawat dengan baik oleh Miranti.

Udin menyapu belahan bibir vagina Miranti dari bawah ke atas dengan sekali sapuan saja. Miranti menggelinjang karena sapuan lidah Udin seperti sengatan listrik yang mengalir di sekujur tubuhnya. Kemudian, Udin menggelitik klitoris Miranti dengan lidahnya.

“mmmffhh,,”, desah Miranti tertahan bibir Hari. Bagus & Narjo tidak hanya memegangi kaki Miranti saja, tapi masing-masing dari mereka juga ‘memegangi’ dan meremasi payudara Miranti. Udin membuka bibir vagina Miranti sehingga dia bisa melihat bagian dalam dari vagina Miranti yang terlihat sangat menggiurkan karena masih merah merekah.

Lidah Udin sudah terselip di dalam lubang vagina Miranti. Udin membenamkan kepalanya ke selangkangan Miranti agar Udin bisa memasukkan lidahnya lebih dalam ke vagina Miranti. Miranti memang menolak, tapi dia tidak bisa menyangkal tubuhnya yang dengan senang hati menerima serangan lidah Udin.

“nnggffhh,,,”, suara lenguhan Miranti yang masih tertahan bibir Hari. Tubuh Miranti menjadi tegang karena dia sedang mengalami orgasme.

“ssuurpp,,slluurrp,,”, Udin tidak menyia-nyiakan satu tetes pun hingga cairan vagina Miranti tak bersisa.

“gimane Din?”, tanya Bagus.

“maknyus,,enak banget,,manis ‘n gurih,,”, jawab Udin.

“namanye juga memek perawan,,”, ujar Narjo.

“gantian lo Din,,”, kata Hari.

“okeh,,”. Hari & Udin bertukar posisi. Mereka bergantian menjilati vagina Miranti hingga masing-masing mereka telah mencicipi cairan vagina Miranti. Miranti sudah pasrah karena tenaganya habis setelah 4x orgasme. Sekarang, Udin berhadapan dengan vagina Miranti lagi dengan celananya yang sudah melorot sehingga penis Udin terbebas keluar dari sangkarnya.

“akhirnye,,****** gue bisa ngerasain memek perawan juga,,”, ujar Udin. Udin sudah sangat bersemangat ingin segera menghujamkan penisnya ke dalam vagina Miranti.

“hoi !!”, teriak seseorang. 4 orang itu menengok ke arah sumber suara yang mereka dengar.

“siape lo?!”, tanya Udin.

“jangan ganggu dia !!”, teriak orang itu. Udin bergegas memakai celananya lagi.

“mao jadi jagoan lo?”. Bagus & Narjo melepaskan kaki Miranti dan maju bersama Udin ke arah orang itu sementara Hari mengikat kaki & tangan Miranti dengan tali rafiah yang Hari ambil dari warung Udin.

“lo semua,,jangan ganggu tuh cewek !!”, kata orang itu.

“oh,,lo mao jadi jagoan lo yee,,”, kata Hari yang bergabung dengan Udin, Bagus, dan Narjo.

“nyari mati die,,kite matiin aje nih orang,,biar kite bisa ngentotin perawan,,”.

“Gus,,Jo,,maju lo bedua,,hajar ampe mampus nih jagoan kemaleman,,”, perintah Hari.

“oke bos,,”, jawab Bagus & Narjo maju mendekat ke orang itu. Bagus menyerang duluan, dia melayangkan tinju kanannya ke arah orang itu.

Orang itu menangkis dengan tangan kanannya, lalu segera menendang perut Bagus dengan cepat. Meski hanya 1 kali tendangan, Bagus langsung sujud sambil memegangi perutnya dan meringis kesakitan. Narjo menyerang orang itu dari belakang dengan melayangkan sebuah pukulan.

Tapi, dengan cekatan orang itu menghindar ke kiri lalu menggerakkan siku tangan kanannya untuk mengenai perut Narjo. Narjo langsung kesakitan karena hantaman siku orang itu begitu kuat. Orang itu langsung melakukan tendangan berputar ke belakang dan mengenai wajah Narjo sehingga Narjo langsung terlempar ke samping.

“sialan lo !!”, Hari & Udin langsung maju menyerang orang itu. Tapi, orang itu melayangkan 2 jurus tendangan saja, Udin dan Hari langsung kesakitan.

“awas lo ye,,!!”, ancem Hari sambil kabur. Udin, Bagus, dan Narjo juga lari dengan sangat kencang. Orang itu mendekati Miranti yang tidak berbusana dan tidak berdaya karena kaki & tangannya terikat ke bangku.

“lo gak apa-apa?”, kata orang itu sambil melepaskan ikatan di kaki dan tangan Miranti.

“terima kasih,,”, jawab Miranti masih lemah.

“nih,,pake jaket gue,,”, orang itu memakaikan jaketnya ke Miranti setelah Miranti duduk di bangku.

“terima kasih Mas,,”.

“kenalin nama gue Eno,,”.

“nama saya Miranti,,”.

Ternyata, Eno adalah sabuk hitam dalam Taekwondo sehingga tidak heran dia mengalahkan 4 orang tadi dengan sangat mudah meskipun wajah Eno tidak mendekati kata ganteng sedikit pun.
“ngapain lo malem-malem ada di luar?”.

“saya baru dateng dari desa Mas,,”.

“oh,,pantes aja,,mukanya masih lugu,,terus sekarang mana celana kamu? masa gak pake celana kayak gini,,”.

“gak tau Mas,,”.

“yaudah,,lo pake celana training gue aja,,”, kata Eno menyerahkan celana trainingnya yang dia ambil dari dalam tasnya.

“makasih Mas,,”.

“lo mau kemana sekarang?”.

“mm,,saya mau ke rumah saudara saya,,”, Miranti berbohong.

“mau gue anter?”.

“ah,,gak usah Mas,,saya jalan sendiri saja,,”, Miranti menolak tawaran dari Eno karena dia sudah tidak percaya kepada laki-laki.

“yaudah,,tapi gue anterin ke tempat yang lebih rame ya?”.

“apa gak ngerepotin?”.

“gak apa-apa,,yuk,,”. Eno berjalan ke motornya yang diparkir agak jauh dari warung. Miranti memakai celana training Eno sehingga akhirnya, vagina Miranti tertutup juga.

Eno datang mendekati Miranti dengan mengendarai motornya.

“ayo,,naik,,”.

“iya Mas,,”. Miranti naik membonceng di belakang lalu Eno memacu motornya menjauhi warung itu menuju ke tempat yang lebih ramai.

“makasih ya Mas,,”, Miranti turun dari motor.

“lo gak pake alas kaki ya dari tadi?”.

“iya,,Mas,,ilang,,”.

“oh,,kalo gitu pake sendal gue aja,,nih,,”.

“ntar Mas gimana?”.

“udah,,gak apa-apa,,pake aja,,tapi beneran lo gak apa-apa jalan sendiri?”.

“iya Mas,,gak apa-apa,,makasih banyak udah nyelametin saya Mas,,”.

“yaudah deh,,gue duluan ya,,ati-ati lo,,”. Eno pun pergi meninggalkan Miranti karena dia ada urusan penting. Miranti berjalan sendiri lagi, tapi kali ini dia memakai celana untuk menutupi bagian bawah tubuhnya dan sendal untuk melindungi kakinya. Tenaga Miranti tinggal seperempat saja sehingga Miranti hanya mengikuti kakinya tanpa tau arah & tujuan.

Kakinya membawa Miranti ke sebuah komplek perumahan yang lumayan elit. Seperti komplek lainnya, ada pos satpam dan portal sebelum masuk ke komplek, tapi kelihatannya satpamnya sedang tidak ada.

Miranti masuk ke daerah komplek itu dengan langkah gontai karena dia sudah sangat lemas. Battery empty, please recharge. Tenaga Miranti sudah benar-benar tidak tersisa lagi kali ini sehingga Miranti jatuh pingsan di depan sebuah rumah yang besar. Dengan mata yang samar-samar, Miranti melihat ada seseorang yang mengangkat tubuhnya. Setelah itu, Miranti sudah tak sadarkan diri.

Saat bangun, Miranti sudah berada di atas ranjang yang sangat empuk. Dia meregangkan tubuhnya alias ngulet. Battery full. Badan Miranti sudah benar-benar segar sehabis tidur sehingga Miranti memutuskan untuk bangun dari ranjang. Kamar itu begitu besar, luas, dan penuh dengan barang yang keliatannya mahal. Miranti tidak berani menyentuh apa-apa karena takut ada yang pecah.

Miranti berjalan menuju ke pintu kamar yang sangat besar. Miranti membuka pintu kamar itu dan berjalan keluar dari kamar. Miranti menjelajahi rumah yang lumayan besar itu dan mencari si pemilik rumah yang mungkin tadi telah membawanya masuk ke dalam rumah.

Tapi, meski dicari kemana-mana, Miranti tidak menemukan siapa-siapa di rumah itu. Jadi, Miranti hanya duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Tiba-tiba Miranti mendengar suara pintu terbuka. Seorang bapak masuk ke dalam ruang tamu.

“eh,,kamu udah bangun?”.

“bapak siapa?”, tanya Miranti ketakutan.

“nama bapak,,Dirman,,kamu?”.

“nama saya Miranti,,kenapa saya ada disini?”.

“tadi kamu pingsan di depan rumah bapak,,jadi bapak bawa kamu ke dalem rumah,,”.

“maaf,,saya ngerepotin bapak,,”.

“kenapa nak Miranti bisa pingsan?”.

“saya kesasar,,”.

“oh,,kalo gitu,,nak Miranti tinggal disini aja dulu,,”.

“aduh,,maap pak,,saya gak mau ngerepotin,,”.

“gak apa-apa,,pasti kamu lapar,,udah lah,,malem ini nak Miranti tinggal disini dulu,,”.

“tapi kalau saya tinggal disini,,apa istri bapak gak apa-apa?”.

“oh,,nak Miranti tenang saja,,istri bapak sudah gak ada,,”.

“oh,,maap Pak,,saya gak bermaksud,,”.

“ah,,gak apa-apa,,ayo nak Miranti,,kita makan,,”.

“gak usah Pak,,”.

“kruukk,,,~~”, bunyi dari perut Miranti yang keroncongan membuat Miranti tersipu malu.

“tuh kan,,udah ayo kita makan,,”, Pak Dirman menarik tangan kanan Miranti dan membawanya ke ruang makan. Sambil berjalan ke ruang makan, pikiran Miranti bercabang menjadi 2. Yang satu, Miranti deg-degan dan khawatir dengan Pak Dirman yang duda karena Miranti teringat kejadian bersama ayah angkatnya.

Sedangkan, pikiran Miranti yang lain mengatakan kalau dia pergi malam ini, dia bakal kelaparan dan mungkin dia akan diperkosa oleh preman-preman yang sedang mabok. Jadi, Miranti telah memilih untuk tinggal di rumah itu untuk semalam.

“gue nginep disini dulu deh,,kayaknya ni bapak gak punya pikiran macem-macem,,”, pikir Miranti. Pak Dirman memang terlihat seperti bapak yang baik, tapi who knows?.

“makanan sudah siap Pak,,”, sapa orang yang ada di dekat meja makan.

“oh,,makasih To,,kamu sudah makan, To?”.

“saya mah gampang, Pak,,saya permisi dulu ke belakang ya Pak,,”.

Parto berjalan keluar dari dapur.

“ayo,,nak Miranti,,mari makan,,”.

“gak apa-apa nih Pak Dirman?”.

“gak apa-apa,,hayo cepet,,mumpung masih anget,,”. Pak Dirman duduk lebih dulu, disusul Miranti yang masih agak malu-malu duduk di meja makan.

“ayo Miranti,,gak usah malu-malu,,ayo makan,,”.

“iya Pak,,”. Pak Dirman mulai mengambil makanan sedangkan Miranti hanya sedikit mengambil makanan karena Miranti masih agak malu-malu.

“mm,,Pak Dirman,,saya boleh numpang ke kamar kecil?”.

“oh boleh,,nak Miranti terus aja terus belok kiri,,nah ruangan yang ada di kanan,,itu wc,,”.

“makasih Pak,,saya permisi dulu,,”.

“oh ya,,ya,,silakan,,”. Miranti mengikuti arahan petunjuk dari Pak Dirman sehingga dia bisa menemukan kamar mandi. Setelah buang air kecil, Miranti mencuci tangannya di wastafel sambil menatap kaca yang ada di depannya. Miranti melihat bayangan seorang gadis berparas cantik dengan kulit wajah putih merona. Bayangan itu tak lain dan tak bukan adalah dirinya sendiri.

Damn, my beautiful face. Miranti berpikir kalau saja wajahnya tidak cantik mungkin hidupnya tidak seperti sekarang, mungkin dia akan hidup bahagia. Tapi, apa mau dikata. Wajah tidak bisa diganti, operasi plastik tidak mungkin Miranti lakukan karena kantongnya hanya berisi angin saja alias boke’. Miranti kembali lagi ke ruang makan dan duduk kembali di bangkunya.

“ayo nak Miranti,,makan lagi,,”.

“aduh,,saya udah kenyang Pak,,”, kata Miranti sambil meminum sisa air minumnya.

“bener nak Miranti udah kenyang? gak mau nambah?”.

“makasih,,Pak,,saya udah kenyang banget,,”, Miranti merasa matanya berat sekali dan mati-matian melawan rasa kantuk yang tiba-tiba menyerangnya.

“padahal gue baru tidur,,kenapa gue udah ngantuk lagi?”, tanya Miranti dalam hati. Miranti mengucek-ngucek matanya.

“kenapa? nak Miranti ngantuk?”.

“iya nih Pak,,padahal saya baru istirahat,,”.

“ya sudah,,Parto !!”, Pak Dirman memanggil Parto. Dalam waktu sebentar, Parto sudah datang.

“ada apa Pak?”.

“tolong antarkan Miranti ke kamarnya,,”.

“baik, Pak,,”.

“mari,,nona Miranti,,saya tunjukkan kamarnya,,”.

“terima kasih Mas Parto,,Pak Dirman,,maaf,,saya tidur duluan,,”.

“oh,,ya,,gak apa-apa,,nak Miranti emang harus istirahat,,”.

“saya permisi dulu ya Pak Dirman,,makasih banget,,udah bolehin saya makan,,”.

“udah,,nak Miranti istirahat sana,,”. Miranti berjalan di belakang Parto menuju ke kamarnya.

“disini,,kamarnya nona,,”, Parto membuka pintu sebuah kamar yang dalamnya lumayan mewah.

“terima kasih,,Mas Parto,,”. Miranti masuk ke dalam kamarnya sementara Parto pergi meninggalkan Miranti.

“akhirnya,,”, baru saja Miranti mengambrukkan tubuhnya ke kasur, dia langsung tertidur. Ternyata, ada yang memasukkan obat tidur ke dalam minuman Miranti. Obat tidur itu bereaksi dengan cepat, namun hanya sebentar membuat orang tertidur mungkin hanya 1-2 jam saja. Miranti terbangun dan menyadari kalau dia sama sekali tidak bisa menggerakkan kaki & tangannya. Tangan Miranti terikat ke tiang ranjang dan kaki Miranti terikat ke tiang ranjang yang lain sehingga kini, Miranti dalam posisi X.

“tolong,,!!”, teriak Miranti kencang. Seseorang langsung masuk ke dalam kamar Miranti.

“tolong saya,,Pak Dirman”, pinta Miranti dengan cemas. Pak Dirman mendekat ke arah Miranti yang telanjang dan terikat ke ranjang.

“tolo,,”, Miranti berhenti meminta tolong ke Pak Dirman karena dia melihat Pak Dirman tersenyum licik dan tatapan matanya bagai srigala lapar.

“tol,,mmffhh,,”, mulut Miranti langsung dibukam oleh Pak Dirman.

“gak nyangka,,malem-malem,,dapet rejeki nomplok,,”. Pak Dirman naik ke atas ranjang dan duduk di depan selangkangan Miranti yang terbuka lebar.

Pak Dirman menindih tubuh Miranti lalu Pak Dirman melepaskan bungkaman di mulut Miranti. Kemuan Pak Dirman langsung membungkam mulut Miranti lagi, tapi kali ini dengan mulutnya.

Pak Dirman mengulum bibir atas dan bibir bawah Miranti. Lalu Pak Dirman melumat bibir Miranti habis-habisan sambil terus memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Miranti. Miranti sadar dia tidak bisa melawan seperti kejadian-kejadian sebelumnya sehingga Miranti sudah pasrah apa yang akan terjadi nantinya

Pak Dirman benar-benar mencumbu Miranti sepuas-puasnya karena Pak Dirman terus melumat bibir Miranti dengan sangat bernafsu. Setelah puas menikmati bibir Miranti, Pak Dirman bangkit dari atas tubuh Miranti.

“badan kamu bagus banget,,”.

“tolonngg !!”.

“percuma kamu minta tolong,,mending kamu pasrah aja,,”. Pak Dirman mencengkram kedua buah payudara Miranti yang bentuknya sangat indah itu. Pak Dirman meremas-remas kedua buah payudara Miranti sambil sesekali mencubit payudara Miranti.

Lalu Pak Dirman mendekatkan wajahnya ke payudara Miranti, dia mulai menciumi, menggigiti, mencupangi, dan menjilati kedua buah payudara Miranti beserta putingnya.

“oouuummhh,,”, sebuah desahan keluar dari mulut Miranti. Wajah Miranti merah seperti kepiting rebus karena dia tidak bisa menahan malu, tadi dia menolak mati-matian, tapi kini dia malah mengeluarkan desahan karena Miranti tidak bisa mengingkari betapa nikmatnya lidah Pak Dirman yang menari-nari di payudaranya.

Pak Dirman menurunkan ciumannya ke perut Miranti. Pak Dirman mencucuk-cucukkan lidahnya ke pusar Miranti. Lalu Pak Dirman menciumi perut Miranti terus ke bawah hingga akhirnya sampai juga di lembah kenikmatan milik Miranti.

“wangi,,wangi sekali,,”, komentar Pak Dirman setelah dia menghirup aroma wangi yang semerbak di daerah selangkangan Miranti.

Pak Dirman turun dari ranjang, dia membuka ikatan kaki kiri Miranti lalu Pak Dirman mengikat kaki kiri Miranti lebih tinggi lagi kemudian Pak Dirman juga melakukan hal yang sama ke kaki kanan Miranti sehingga sekarang kaki Miranti menjulang ke atas bagai huruf V.

“nah,,kalo gini kan lebih gampang,,”. Pak Dirman naik lagi ke atas ranjang dan posisi kepalanya sudah berada di antara paha putih nan mulus Miranti. Pak Dirman memulai dengan mengecup klitoris Miranti berulang kali sehingga sebagai respon, tubuh Miranti menggelinjang.

“sekarang enak kan? makanya,,kamu gak usah ngelawan lagi,,”, ejek Pak Dirman.

Miranti merasa seperti wanita murahan karena dia begitu menikmati lidah Pak Dirman yang sekarang sudah menjelajahi sekitar vaginanya.

“mmmhhh,,”, desah Miranti pelan. Pak Dirman melebarkan kedua bibir vagina Miranti sehingga Pak Dirman bisa melihat bagian dalam dari vagina Miranti yang masih terlihat merah menggoda.

“jangan-jangan kamu masih perawan ya? beruntungnya malem ini,,”. Lidah Pak Dirman sudah mengaduk-aduk liang vagina Miranti.

“ooohhhh,,!!”, erang Miranti mendapatkan orgasmenya. Pak Dirman tidak percaya dengan rasa cairan vagina Miranti. Manis, gurih, dan sedikit rasa asin tercampur dengan komposisi yang sangat pas sehingga Pak Dirman mengais-ngais sisa cairan vagina Miranti hingga tak ada sisa setetes pun.

Tonjolan di celana Pak Dirman sudah sangat besar yang menandakan kalau Pak Dirman sudah horny berat. Pak Dirman langsung melucuti pakaian dan celananya sendiri sampai perutnya yang buncit bisa dilihat oleh Miranti. Miranti sangat kaget melihat apa yang mengacung tegak di bawah perut Pak Dirman.

Penis pertama yang Miranti lihat adalah penis ayah angkatnya, dan penis Pak Dirman lebih besar.

“jangan,,”, lirih Miranti pelan. Pak Dirman tidak mengindahkan Miranti, Pak Dirman malah sudah bersiap-siap mencoblos vagina Miranti. Kepala penis Pak Dirman sudah berada di depan lubang vagina Miranti.

“tidaakk,,!!”, teriak Miranti dengan suaranya yang lemah lembut. Air mata Miranti mengalir dari kedua matanya karena Miranti tau kalau keperawanannya sudah tak terselamatkan lagi karena dia tidak bisa melakukan perlawanan. Pak Dirman mendorong penisnya ke dalam vagina Miranti. Perlahan tapi pasti, penis Pak Dirman menyusup masuk ke dalam vagina Miranti.

“uugghh,,sempithh,,”, celoteh Pak Dirman sambil menekan penisnya ke dalam vagina Miranti yang sangat kuat menjepit penis Pak Dirman karena vagina Miranti masih sempit dan rapet..pet..pet. Good bye virginity, welcome paradise. Miranti merasakan ada yang robek di dalam vaginanya.

“nngghh,,,”, Miranti terus menangis sambil meringis kesakitan yang luar biasa karena Miranti merasakan vaginanya seperti terbakar dan melebar hingga semaksimal mungkin. Penis Pak Dirman sudah sepenuhnya berada di dalam vagina Miranti, Pak Dirman merasakan liang vagina Miranti memijit & menjepit penisnya dengan sangat kuat.

“oohh,,enak banget,,”, desah Pak Dirman. Lalu Pak Dirman melihat ke arah penisnya, ada sedikit darah yang menyelip keluar dari vagina Miranti.

“ternyata,,kamu bener-bener masih perawan ya,,gak nyangka,,saya beruntung banget malam ini,,”. Miranti hanya menangis saja.

“kalo gitu,,maennya pelan-pelan aja ya,,”. Pak Dirman mulai memaju-mundurkan pinggulnya dengan sangat pelan.

“heenngghh,,”, Miranti masih merasakan pedih sekaligus sedih. Sekarang penis Pak Dirman keluar masuk vagina Miranti lebih cepat dari sebelumnya dan terus bertambah cepat hingga mungkin 8 kali/detik. Sambil mengaduk-aduk vagina Miranti yang luar biasa sempit itu, Pak Dirman membelai kedua buah payudara Miranti dengan lidahnya

“uummmhhh,,”, Miranti mendesah karena rasa pedih yang dia rasakan sudah hilang sehingga hanya tinggal rasa nikmat saja yang Miranti rasakan. Air mata Miranti pun sudah tidak keluar lagi karena mata Miranti sudah kering.

“nah,,mulai enak ya?”, ejek Pak Dirman melihat Miranti yang mulai keenakan. Rasa malu dan hina menyerang Miranti sehingga Miranti menolehkan kepalanya ke kiri dan menutup matanya, tapi Miranti tidak bisa berhenti mendesah karena itu adalah lolongan jiwanya. Pak Dirman menciumi leher Miranti membuat Miranti merinding karena geli.

“aaahhh,,”, aliran listrik menjalar di sekujur tubuh Miranti yang menandakan kalau dia sudah mencapai orgasme pertamanya.

“ccppllkk,,ccppllkk,,”, suara penis Pak Dirman yang keluar masuk vagina Miranti yang kini sudah becek gara-gara cairan vagina Miranti sendiri. Jepitan vagina Miranti dan rasa hangat dari cairan vagina Miranti membuat Pak Dirman betah membiarkan penisnya berlama-lama di dalam vagina Miranti sehingga Pak Dirman menggenjot vagina Miranti dengan tempo yang lambat.

“ooohh,,yeesshh,,”, erang Pak Dirman karena dia sedang menembaki rahim Miranti dengan spermanya. Pak Dirman benar-benar puas menikmati permainannya dengan Miranti yang baru saja selesai. Meskipun berkeringat, tapi tubuh Miranti tetap mengeluarkan aroma wangi yang enak untuk dihirup.

“ploop,,”, Pak Dirman mencabut penisnya dari vagina Miranti. Cairan merah muda langsung meleleh keluar dari vagina Miranti. Cairan merah muda itu dihasilkan dari campuran darah keperawanan Miranti, cairan vagina Miranti, dan sperma Pak Dirman yang tercampur dengan rata di dalam vagina Miranti.

“wah,,udah jam 2 malem,,besok harus bangun pagi,,kita lanjutin besok ya,,hehe”, kata Pak Dirman sambil mencubit pipi Miranti yang halus itu. Lalu Pak Dirman meninggalkan Miranti yang masih terikat ke ranjang.

Miranti menangis lagi karena keperawanannya baru saja direnggut oleh Pak Dirman, orang yang baru saja dia kenal, mending kalau ganteng, wajah Pak Dirman sama sekali tidak ada sisi bagusnya.

Pak Dirman kembali lagi ke kamar Miranti.

“saya lupa,,”. Pak Dirman memegang dildo yang besar di tangan kanannya dan memegang lakban serta gunting di tangan kirinya. Pak Dirman mendekat ke Miranti, lalu Pak Dirman menancapkan dildo ke vagina Miranti.

“nnghh,,”, Miranti menahan pedih karena dildo itu lumayan besar. Batang dildo itu sudah tertanam di dalam vagina Miranti, lalu Pak Dirman menekan tombol on yang ada di pangkal dildo.

“mmmhhh,,”, Miranti mendesah ketika dildo itu mulai bergerak-gerak dan berputar-putar di dalam vaginanya. Pak Dirman menutupi pegangan dildo itu dengan lakban secara horizontal & vertical sehingga membentuk tanda ‘+’.

“selamat tidur ya,,bidadari cantik,,hehe,,”, Pak Dirman meninggalkan Miranti yang terikat ke ranjang dengan dildo yang mengobok-obok vagina Miranti.

Orgasme demi orgasme Miranti dapatkan dari dildo yang terus mengobok-obok vaginanya semalaman sampai-sampai tenaga Miranti habis sehingga Miranti pun pingsan.

Lakban membuat dildo itu tidak bisa bergerak kemana-mana sehingga dildo itu tertancap di vagina Miranti sampai keesokan pagi. Tiba-tiba pintu kamar Miranti terbuka, dan masuklah seseorang yang sudah tidak asing lagi ke dalam kamar Miranti.

“hehehe,,”, orang itu tersenyum licik melihat tubuh putih mulus Miranti yang terbaring lemah & tidak berdaya di atas ranjang.

“bakalan puas nih,,hehe,,”.


http://afed-farma.com/obat-klg-pembesar-penis-di-solo.html

Popular Posts

Search